Secara sederhana, Nagios adalah sebuah sistem pemantauan (monitoring system) sumber daya IT yang bersifat open-source.
Bayangkan Nagios sebagai “satpam digital” yang terus-menerus mengawasi kesehatan server, jaringan, dan aplikasi Anda selama 24 jam nonstop. Jika ada sesuatu yang rusak atau berjalan lambat, Nagios akan segera memberi tahu tim IT sebelum pengguna menyadarinya.
Berikut adalah rincian mengenai fungsi dan cara kerja Nagios:
1. Apa Saja yang Dipantau?
Nagios dapat mengawasi berbagai komponen dalam infrastruktur IT, seperti:
-
Hardware: Suhu ruang server, status power supply, penggunaan CPU, dan sisa kapasitas disk.
-
Jaringan: Status router, switch, serta konektivitas antar perangkat.
-
Layanan (Services): Apakah website (HTTP), email (SMTP), atau basis data (MySQL) sedang berjalan atau mati.
-
Sistem Operasi: Memantau kinerja Windows, Linux, maupun Unix.
2. Bagaimana Cara Kerjanya?
Nagios bekerja berdasarkan prinsip status. Setiap objek yang dipantau akan diberikan label status tertentu:
-
OK: Semuanya berjalan normal.
-
WARNING: Ada masalah kecil (misalnya, penggunaan RAM mencapai 80%).
-
CRITICAL: Masalah serius (misalnya, server mati atau disk penuh).
-
UNKNOWN: Nagios tidak bisa menjangkau perangkat tersebut.
3. Fitur Utama Nagios
-
Pemberitahuan (Alerting): Mengirim email, SMS, atau pesan Slack jika terdeteksi masalah.
-
Pelaporan (Reporting): Menyediakan grafik sejarah kinerja untuk melihat tren jangka panjang.
-
Plugin: Karena sifatnya yang open-source, Anda bisa menambahkan ribuan skrip buatan komunitas untuk memantau hampir apa pun.
-
Hierarchy: Memungkinkan Nagios untuk membedakan antara “server mati” dan “jaringan ke server tersebut terputus”.
Persyaratan Menginstall Nagios
Menginstal Nagios di Debian 12 sebenarnya tidak membutuhkan spesifikasi perangkat keras yang terlalu tinggi untuk skala kecil, namun Anda harus memastikan dependensi perangkat lunaknya terpenuhi agar proses kompilasi berjalan lancar.
Berikut adalah syarat minimal dan rekomendasi untuk instalasi Nagios Core di Debian 12 (Bookworm):
1. Spesifikasi Perangkat Keras (Hardware)
Jika Anda hanya memantau kurang dari 50 perangkat, spesifikasi berikut sudah mencukupi:
2. Persyaratan Perangkat Lunak (Software Stack)
Nagios membutuhkan tumpukan aplikasi LAMP (Linux, Apache, MariaDB/MySQL, PHP) untuk menjalankan antarmuka webnya. Di Debian 12, Anda memerlukan:
-
Sistem Operasi: Debian 12 (64-bit sangat disarankan).
-
Web Server: Apache (HTTP Server).
-
Compiler:
gcc,make, danlibc6(karena Nagios biasanya diinstal dari source code). -
PHP: Versi 8.2 (bawaan Debian 12) beserta modul pengembangannya.
-
Library Pendukung:
gd2(untuk grafik),openssl, danperl.
3. Persiapan Lingkungan (Pre-requisites)
Sebelum menjalankan proses instalasi, Anda harus menginstal paket-paket pendukung berikut melalui terminal:
Bash
sudo apt update
sudo apt install -build-essential apache2 php openssl perl make php-gd libgd-dev libapache2-mod-php libperl-dev libssl-dev daemon wget bc gawk
4. Akun Pengguna (User & Group)
Nagios tidak boleh dijalankan sebagai root demi keamanan. Anda harus membuat pengguna dan grup khusus (biasanya bernama nagios dan nagcmd) agar proses eksekusi perintah melalui web bisa berjalan sinkron.
Setelah Anda berhasil menginstal Nagios, proses login dilakukan melalui peramban (web browser). Nagios menggunakan sistem Basic Authentication milik Apache, sehingga Anda tidak akan melihat halaman login modern yang penuh grafis, melainkan jendela pop-up sederhana dari browser.
Berikut adalah langkah-langkah untuk login ke Nagios di Debian 12:
1. Alamat URL Login
Buka browser Anda (Chrome, Firefox, atau Edge) dan masukkan alamat IP server Debian Anda diikuti dengan sub-direktori /nagios.
-
Format:
http://[IP_ADDRESS_SERVER]/nagios -
Contoh:
http://192.168.1.10/nagiosatauhttp://localhost/nagios(jika diakses langsung dari server tersebut).
2. Kredensial (Username & Password)
Saat jendela login muncul:
-
Username Default: Biasanya adalah
nagiosadmin. -
Password: Gunakan password yang Anda buat saat proses konfigurasi Apache di terminal (menggunakan perintah
htpasswd).
Penting: Jika Anda lupa password-nya atau belum membuatnya, Anda tidak bisa login. Gunakan perintah di bawah ini pada terminal server Debian Anda untuk membuat/reset password:
Bash
sudo htpasswd -c /usr/local/nagios/etc/htpasswd.users nagiosadminSistem akan meminta Anda memasukkan password baru sebanyak dua kali.
3. Apa yang Dilakukan Jika Gagal Login?
Jika Anda mendapatkan error (seperti 403 Forbidden atau 404 Not Found), cek beberapa hal berikut:
-
Status Layanan: Pastikan Apache dan Nagios sedang berjalan.
Bash
sudo systemctl status apache2 sudo systemctl status nagios -
Konfigurasi Apache: Pastikan konfigurasi Nagios untuk Apache sudah diaktifkan.
Bash
sudo a2enmod cgi sudo systemctl restart apache2 -
Firewall: Pastikan port 80 tidak diblokir oleh firewall Debian (
ufw).Bash
sudo ufw allow 80/tcp
Ringkasan Tampilan Setelah Login
Setelah berhasil masuk, Anda akan melihat panel navigasi di sebelah kiri. Untuk melihat status server Anda, menu yang paling sering diklik adalah:
-
Tactical Overview: Ringkasan seluruh kesehatan sistem.
-
Hosts: List server yang sedang dipantau.
-
Services: List layanan (HTTP, SSH, PING) yang sedang dipantau.