{"id":907,"date":"2020-07-14T12:36:08","date_gmt":"2020-07-14T05:36:08","guid":{"rendered":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/?p=907"},"modified":"2020-07-14T13:59:54","modified_gmt":"2020-07-14T06:59:54","slug":"melakukan-pencatatan-metode-langsung-dan-metode-cadangan-untuk-piutang-tidak-tertagih-1","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/?p=907","title":{"rendered":"Melakukan pencatatan metode langsung dan metode cadangan untuk piutang tidak tertagih 1"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Penghapusan Piutang\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/We4NXeiGvkQ?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><strong><span style=\"font-size: 18pt\">A. Materi<\/span><\/strong><\/p>\n<p><strong>Pengertian Penghapusan Piutang<\/strong><\/p>\n<p>Penghapusan piutang (<strong><em>bad debt<\/em><\/strong>) dalam pengertian sederhana adalah kerugian yang harus ditanggung perusahaan karena adanya piutang yang tidak dapat ditagih. Piutang tidak dapat ditagih selain karena peminjam memiliki kondisi yang menyulitkannya membayar, juga dapat disebabkan karena tidak dibuatnya kontrak atau perjanjian yang jelas dan dilindungi hukum.<\/p>\n<p>Ada dua metode dalam metode penghapusan piutang, yaitu metode langsung dan metode cadangan. Selengkapnya akan dibahas di bagian selanjutnya.<\/p>\n<h2>Metode Langsung<\/h2>\n<p>Metode penghapusan piutang langsung disebut juga\u00a0<strong><em>direct method<\/em>. <\/strong>Dalam\u00a0metode langsung, penghapusan piutang baru akan dicatat dalam pembukuan ketika piutang sudah benar-benar dinyatakan tidak dapat ditagih lagi. Metode ini biasanya digunakan oleh perusahaan kecil atau perusahaan yang tidak dapat memperkirakan\u00a0penghapusan piutang atau piutang tak tertagih dengan tepat.<\/p>\n<p>Perusahaan-perusahaan tersebut biasanya tidak melakukan perhitungan akan kerugian piutang tak tertagih pada tiap akhir periode pembukuan atau pencatatan keuangan. Namun kerugian piutang tersebut baru dicatat ketika sudah benar-benar pasti tidak dapat ditagih.<\/p>\n<p>Piutang tersebut kemudian dihapus dan dibebankan pada perkiraan kerugian piutang. Dalam pencatatannya, kerugian piutang atau beban penghapusan piutang di jurnal sbb:<\/p>\n<p>Beban penghapusan piutang \u00a0 \u00a0\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0xxxxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 xxxxx<\/p>\n<p>Jika kemudian peminjam ternyata hendak melakukan pembayaran piutang tersebut, catatan pun diperbarui dengan adanya keterangan pelunasan piutang itu. Pencatatan dilakukan dengan membalik pencatatan sebelumnya. Seperti ini bentuk pencatatannya.<\/p>\n<p>Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 xxxxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Beban penghapusan piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0xxxxx<\/p>\n<p>Ketika pelunasan piutang sudah dilakukan, maka piutang tersebut masuk ke dalam kas perusahaan.\u00a0 Dengan begitu, sudah tidak ada lagi piutang dan menjadi kas perusahaan. Seperti ini bentuk pencatatannya.<\/p>\n<p>Kas \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 xxxxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0xxxxx<\/p>\n<p>Namun ada kalanya, peminjam baru menyatakan hendak melunasi piutang ketika sudah dilakukan tutup buku pencatatan periode tertentu. Kalau mengalami situasi seperti ini, maka pencatatannya adalah memunculkan piutang di bagian debet dan pendapatan lain-lain di bagian\u00a0kredit. Seperti ini bentuk pencatatannya.<\/p>\n<p>Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0xxxxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Pendapatan lain-lain \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0xxxxx<\/p>\n<p>Jika sudah dilakukan pembayaran atas piutang tersebut, maka posisi piutang pun berubah pada pencatatan. Seperti ini bentuk pencatatannya.<\/p>\n<p>Kas \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 xxxxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0xxxxx<\/p>\n<h2>Metode Cadangan<\/h2>\n<p>Metode penghapusan piutang cadangan disebut juga\u00a0<strong><em>allowance method<\/em><\/strong>. Dalam metode cadangan, perusahaan perlu melakukan penaksiran terhadap piutang tak tertagih pada tiap akhir periode pembukuan. Metode ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang memiliki skala besar yang terbiasa mencatat perkiraan atau estimasi piutang yang tak dapat ditagih.<\/p>\n<p>Perkiraan tersebut kemudian dicatat sebagai beban terhadap kerugian piutang tak tertagih. Namun beban tersebut tidak lantas dikeluarkan dari perkiraan piutang, hanya dianggap sebagai cadangan piutang tak tertagih. Seperti ini bentuk pencatatannya.<\/p>\n<p>Beban kerugian piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 xxxxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Cadangan kerugian piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 xxxxx<\/p>\n<p>Jika peminjam menyatakan telah <em>benar-benar tidak bisa membayar hutangnya<\/em>, maka perusahaan perlu melakukan penghapusan terhadap piutang dari peminjam. Maka pencatatannya adalah &#8230;<\/p>\n<p>Cadangan kerugian piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 xxxxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 xxxxx<\/p>\n<p>Ketika kemudian peminjam menyampaikan pada perusahaan bahwa ia dapat mengembalikan hutangnya, maka piutang dapat dimunculkan kembali. Cadangan kerugian piutang pun dihapuskan. Berikut bentuk pencatatannya.<\/p>\n<p>Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 xxxxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Cadangan kerugian piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 xxxxx<\/p>\n<p>Saat pelunasan piutang dilakukan, maka piutang dihapus dan kas masuk perusahaan.\u00a0 Berikut bentuk pencatatannya.<\/p>\n<p>Kas \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 xxxxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0xxxxx<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk lebih memahami mengenai metode penghapusan piutang, berikut contoh kasus dari masing-masing metode.<\/p>\n<h3>Contoh Metode Langsung<\/h3>\n<p><strong>Kasus 1 <\/strong>: Pada tanggal 31 Maret 2016, PT. XYZ tidak bisa menagih utang sebesar Rp 10.000.000 yang sudah jatuh tempo kepada PT. ABC karena pemiliknya terlilit pailit dan mengalami kebangkrutan. Menyadari bahwa piutang tersebut tidak bisa lagi ditagih, PT. XYZ mencatat di pembukuan bahwa piutang tersebut dihapuskan.<\/p>\n<p>Namun pada tanggal 10 Desember 2016, PT. ABC mengabari kalau mereka dapat melunasi hutang terhadap PT. XYZ. Pelunasan piutang baru dilakukan PT. ABC pada tanggal 27 Desember 2016.<\/p>\n<p><strong><em>Berikut pencatatan yang dilakukan PT. XYZ:<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong>Penghapusan piutang (31 Maret 2016)<\/strong><\/p>\n<p>Beban penghapusan piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0Rp 10.000.000<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0Rp 10.000.000<\/p>\n<p><strong>Pemberitahuan pembayaran piutang (10 Desember 2016)<\/strong><\/p>\n<p>Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Rp 10.000.000<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Pendapatan lain-lain \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Rp 10.000.000<\/p>\n<p><strong>Pelunasan piutang (20\u00a0Februari 2017)<\/strong><\/p>\n<p>Kas\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Rp 10.000.000<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Rp 10.000.000<\/p>\n<p><strong>Kasus 2<\/strong> : Sama seperti kasus sebelumnya, PT. XYZ tidak dapat menagih piutang kepada PT. ABC. Piutang sudah ditutup dan dibebankan pada beban penghapusan piutang. PT. XYZ pun melakukan \u00a0tutup buku pada akhir tahun.<\/p>\n<p>Namun PT. ABC pada 2 Februari 2017 menyatakan hendak membayar hutang mereka. Piutang tersebut dibayar lunas pada tanggal 20 Februari 2017.<\/p>\n<p><strong><em>Berikut pencatatan yang dilakukan PT. XYZ.<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong>Penghapusan piutang (31 Maret 2016)<\/strong><\/p>\n<p>Beban penghapusan piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0Rp 10.000.000<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0Rp 10.000.000<\/p>\n<p><strong>Pemberitahuan pembayaran piutang (2 Februari 2017)<\/strong><\/p>\n<p>Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Rp 10.000.000<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Beban penghapusan piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Rp 10.000.000<\/p>\n<p><strong>Pelunasan piutang (27 Desember 2016)<\/strong><\/p>\n<p>Kas\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Rp 10.000.000<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Rp 10.000.000<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>Contoh Metode\u00a0Cadangan<\/h3>\n<p><strong>Kasus<\/strong>: Pada tanggal 29 November 2015, PT. XYZ memiliki estimasi bahwa PT. ABC yang sedang dililit pailit tidak akan dapat membayar hutang mereka. Karena itu, piutang sebesar Rp 20.000.000 dari PT. ABC diperkirakan tidak dapat ditagih. Sampai pada akhir periode pembukuan, \u00a031 Desember 2015, PT. ABC menyatakan bahwa hutang tersebut tidak bisa mereka bayar.<\/p>\n<p>Ternyata pada tanggal 5 Agustus 2016, PT. ABC menyampaikan bahwa mereka hendak membayar hutang mereka. Hutang tersebut baru dilunasi pada tanggal 15 Agustus 2016.<\/p>\n<p><strong><em>Berikut pencatatan yang dilakukan PT. XYZ.<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong>Perkiraan kerugian piutang tak tertagih (29 November\u00a02015)<\/strong><\/p>\n<p>Beban kerugian piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0Rp 20.000.000<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Cadangan kerugian piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Rp 20.000.000<\/p>\n<p><strong>Penghapusan piutang tak tertagih (31 Desember 2015)<\/strong><\/p>\n<p>Cadangan kerugian piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Rp 20.000.000<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Rp 20.000.000<\/p>\n<p><strong>Pemberitahuan pembayaran piutang (5 Agustus 2016)<\/strong><\/p>\n<p>Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Rp 20.000.000<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Cadangan kerugian piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Rp 20.000.000<\/p>\n<p><strong>Pelunasan piutang (15 Agustus 2016)<\/strong><\/p>\n<p>Kas\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Rp 20.000.000<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Piutang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Rp 20.000.000<\/p>\n<p>Demikian penjelasan mengenai metode penghapusan piutang. Semoga\u00a0 dapat berguna bagi anak yang mencari informasi mengenai piutang, metode pencatatan piutang, dan contoh dari metode pencatatan piutang.<\/p>\n<h2>B.\u00a0 Aktifitas Pembelajaran<\/h2>\n<p>Setelah anda mengetahui konsep mengenai pencatatan kerugian piutang metode langsung maupun metode Cadangan (tidak langsung), untuk memahaminya\u00a0 coba anda memecahkan kasus pada transaksi berikut :<\/p>\n<p>PT. Profit melakukan penjualan kredit pada tanggal 01 Februari 2016 kepada PT. Surla sebesar Rp 10.000.000. Hingga akhir tahun 2017 terdapat piutang sebesar Rp 500.000 yang belum dapat ditagih. Manajemen memperkirakan Rp 100.000 tidak akan dapat ditagih. Pada bulan Februari 2017 bagian penagihan menyatakan bahwa piutang sebesar Rp 50.000 dihapus dari pembukuan karena tidak mungkin dapat diterima pelunasannya dari PT Surla. Tanpa diduga pada bulan Oktober 2017 PT. Surla melakukan pelunasan utangnya yang belum terbayar<\/p>\n<p><strong><em>Buat Jurnal jika digunakan<\/em><\/strong>:<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha\">\n<li>metode Langsung<\/li>\n<li>metode tidak langsung<\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ol>\n<li>mencatat taksiran kerugian piutang (AJP untuk metode Cadangan)<\/li>\n<li>mencatat penghapusan piutang<\/li>\n<li>mencatat penerimaan kembali piutang yang sudah dihapus<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A. Materi Pengertian Penghapusan Piutang Penghapusan piutang (bad debt) dalam pengertian sederhana adalah kerugian yang harus ditanggung perusahaan karena adanya piutang yang tidak dapat ditagih. Piutang tidak dapat ditagih selain karena peminjam memiliki kondisi yang menyulitkannya membayar, juga dapat disebabkan karena tidak dibuatnya kontrak atau perjanjian yang jelas dan dilindungi hukum. Ada dua metode dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[55],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/907"}],"collection":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=907"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/907\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":934,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/907\/revisions\/934"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}