{"id":856,"date":"2020-07-13T15:29:33","date_gmt":"2020-07-13T08:29:33","guid":{"rendered":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/?p=856"},"modified":"2020-07-13T15:29:33","modified_gmt":"2020-07-13T08:29:33","slug":"menganalisis-dokumen-sumber-dan-dokumen-pendukung-pada-perusahaan-manufaktur-4","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/?p=856","title":{"rendered":"Menganalisis dokumen sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan manufaktur 4"},"content":{"rendered":"<p><strong>METODE PENGUMPULAN BIAYA PRODUKSI<\/strong><\/p>\n<p>Metode pengumpulan biaya produksi tergantung dari sifat pengolahan produk. Pengolahan produk dibedakan menjadi 2 golongan, yaiitu: pengolahan <em>produk berdasarkan pesanan<\/em> dan <em>pengolahan produk yang merupakan produksi massa. <\/em>Oleh karena itu metode pengumpulan biaya produksi dibedakan menjadi dua, yakni:<\/p>\n<ul>\n<li>Metode Harga Pokok Pesanan (<em>Job order cost method<\/em>)<\/li>\n<li>Metode Harga Pokok Proses (<em>Process cost method<\/em>)<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>PERBEDAAN KARAKTERISTIK METODE HARGA POKOK PROSES DAN METODE HARGA POKOK PESANAN<\/strong><\/p>\n<p>Karakteristik kedua metode tersebut berkaitan dengan karakteristik proses pengolahan produknya, yaitu:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table style=\"width: 89.3127%\" width=\"622\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 35.7218%\" width=\"212\">&nbsp;<\/td>\n<td style=\"width: 30.0294%\" width=\"205\"><strong>Perusahaan yang berproduksi massa<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 52.1809%\" width=\"205\"><strong>Perusahaan yang berproduksi atas dasar pesanan<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 35.7218%\" width=\"212\">Proses pengolahan produk<\/td>\n<td style=\"width: 30.0294%\" width=\"205\">Terus menerus (kontinyu)<\/td>\n<td style=\"width: 52.1809%\" width=\"205\">Terputus-putus (<em>intermitten<\/em>)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 35.7218%\" width=\"212\">Produk yang dihasilkan<\/td>\n<td style=\"width: 30.0294%\" width=\"205\">Produk standar<\/td>\n<td style=\"width: 52.1809%\" width=\"205\">Tergantung spesifikasi pemesan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 35.7218%\" width=\"212\">Produksi ditujukan untuk<\/td>\n<td style=\"width: 30.0294%\" width=\"205\">Mengisi persediaan<\/td>\n<td style=\"width: 52.1809%\" width=\"205\">Memenuhi pesanan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 35.7218%\" width=\"212\">Contoh perusahaan<\/td>\n<td style=\"width: 30.0294%\" width=\"205\">Perusahaan kertas, semen, tekstil, dll<\/td>\n<td style=\"width: 52.1809%\" width=\"205\">Perusahaan percetakan, mebel, kontraktor, dll<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>PERBEDAAN \u00a0KARAKTERISTIK PROSES PRODUKSI METODE HARGA POKOK PROSES DAN METODE HARGA POKOK PESANAN<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table style=\"width: 89.6752%;height: 487px\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 80px\">\n<td style=\"width: 30.336%;height: 80px\" width=\"204\">&nbsp;<\/td>\n<td style=\"width: 35.7171%;height: 80px\" width=\"203\"><strong>Metode Harga Pokok Proses<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 50.6933%;height: 80px\" width=\"199\"><strong>Metode Harga Pokok Pesanan<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 95px\">\n<td style=\"width: 30.336%;height: 95px\" width=\"204\">Biaya produksi dikumpulkan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td style=\"width: 35.7171%;height: 95px\" width=\"203\">Setiap bulan atau periode penentuan harga pokok produk<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td style=\"width: 50.6933%;height: 95px\" width=\"199\">Untuk setiap pesanan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 120px\">\n<td style=\"width: 30.336%;height: 120px\" width=\"204\">Harga pokok per satuan produk dihitung<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td style=\"width: 35.7171%;height: 120px\" width=\"203\">Pada akhir bulan\/periode penentuan harga pokok produk<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td style=\"width: 50.6933%;height: 120px\" width=\"199\">Apabila pesanan telah selesai diproduksi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 192px\">\n<td style=\"width: 30.336%;height: 192px\" width=\"204\">Rumus perhitungan harga pokok per satuan<\/td>\n<td style=\"width: 35.7171%;height: 192px\" width=\"203\">Jumlah biaya produksi yang telah dikeluarkan selama bulan\/periode tertentu <u>dibagi dengan<\/u> jumlah satuan produk yang dihasilkan selama bulan\/periode ybs.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<td style=\"width: 50.6933%;height: 192px\" width=\"199\">Jumlah biaya produksi yang telah dikeluarkan untuk pesanan tertentu <u>dibagi dengan<\/u> jumlah satuan produk yang diproduksi dalam pesanan ybs.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>AKUNTANSI BIAYA BERDASARKAN METODE HARGA POKOK PESANAN<\/strong><\/p>\n<p>Perusahaan yang berproduksi atas dasar pesanan, memulai kegiatan produksinya setelah menerima order dari pembeli, tetapi sering juga terjadi, perusahaan mengeluarkan order produksi untuk mengisi persediaan di gudang.<\/p>\n<ul>\n<li>Syarat penggunaan Metode Harga Pokok Pesanan:\n<ul>\n<li>Masing-masing pesanan, pekerjaan, atau produk dapat dipisahkan identitasnya secara jelas dan perlu dilakukan penentuan harga pokok pesanan secara individual.<\/li>\n<li>Biaya produksi harus dipisahkan ke dalam dua golongan, yaitu: biaya langsung (BBB &amp; BTKL) dan biaya tak langsung (selain BBB &amp; BTKL).<\/li>\n<li>BBB dan BTKL dibebankan\/diperhitungkan secara langsung terhadap pesanan ybs., sedangkan BOP dibebankan kepada pesanan atas dasar <strong><em>tarif yang ditentukan di muka<\/em><\/strong>.<\/li>\n<li>Harga pokok setiap pesanan ditentukan pada saat pesanan selesai.<\/li>\n<li>Harga pokok per satuan produk dihitung dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dibebankan pada pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk dalam pesanan ybs.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Untuk mengumpulkan biaya produksi tiap pesanan digunakan Kartu Harga Pokok (<em>Job Cost Sheet<\/em>), yang merupakan rekening\/buku pembantu bagi rekening kontrol Barang Dalam Proses.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pengumpulan Biaya Produksi dalam Metode Harga Pokok Pesanan<\/p>\n<h4>1.\u00a0 Pencatatan Biaya Bahan Baku (BBB)<\/h4>\n<p>Dibagi dua prosedur, yakni:<\/p>\n<p>Prosedur pencatatan pembelian bahan baku, <em>jurnalnya<\/em>:<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Persediaan Bahan Baku\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<h5 style=\"padding-left: 40px\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Utang Dagang\/Kas\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/h5>\n<p>Prosedur pencatatan pemakaian bahan baku, menggunakan metode mutasi persediaan (perpetual). Dalam setiap pemakaian bahan baku harus diketahui pesanan mana yang memerlukannya. <em>Jurnalnya:<\/em><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<h5 style=\"padding-left: 40px\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Persediaan Bahan Baku\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/h5>\n<p><strong>2.\u00a0 Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Diperlukan pengumpulan dua macam jam kerja, yakni:<\/li>\n<li>Jam kerja total selama periode kerja tertentu.<\/li>\n<li>Jam kerja yang digunakan untuk mengerjakan setiap pesanan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Perusahaan harus menyelenggarakan kartu hadir masing2 karyawan, untuk mengumpulkan informasi jam kerja total selama periode kerja tertentu, untuk pembuatan <strong>Daftar Upah<\/strong>. Disamping itu, perusahaan harus mencatat penggunaan jam kerja masing2 karyawan untuk mengerjakan pesanan. (Masing2 karyawan dibuatkan <strong>Kartu Jam Kerja\/<em>Job Time Ticket<\/em><\/strong>)<\/p>\n<p><em>Jurnal<\/em> untuk pembagian upah:<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px\">Gaji dan Upah\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<p><strong>3.\u00a0 Pencatatan Biaya Overhead Pabrik (BOP)<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>\u00a0 <\/strong>BOP dikelompokkan menjadi bbrp golongan, yakni:<\/li>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li>Biaya Bahan Penolong<\/li>\n<li>Biaya reparasi dan pemeliharaan, berupa pemakaian persediaan spareparts dan persediaan <em>supplies<\/em> pabrik<\/li>\n<li>Biaya tenaga kerja tak langsung<\/li>\n<li>Biaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktiva tetap (contoh: biaya penyusutan aktiva tetap)<\/li>\n<li>Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu (contoh: terpakainya asuransi dibayar di muka)<\/li>\n<li>Biaya overhead pabrik lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran tunai (contoh: biaya reparasi mesain pabrik, biaya listrik)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>BOP dalam metode harga pokok pesanan harus dibebankan kepada setiap pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.<\/li>\n<li>Tarif BOP ditentukan pada awal tahun\/periode dengan cara sbb:<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 80px\">Tarif BOP = Taksiran jumlah BOP selama 1 periodeJumlah Dasar pembebanan*<\/p>\n<p><strong><em>Dasar Pembebanan BOP:<\/em><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><em>Satuan produk <\/em><\/li>\n<li><em>Biaya Bahan Baku <\/em><\/li>\n<li><em>Biaya Tenaga Kerja Langsung <\/em><\/li>\n<li><em>Jam Tenaga Kerja Langsung<\/em><\/li>\n<li><em>Jam Mesin<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>BOP yang sesungguhnya terjadi dikumpulkan selama satu tahun yang sama, kemudian pada akhir tahun dibandingkan dengan yang dibebankan kepada produk atas dasar tarif<\/p>\n<p><strong><em>a.\u00a0 Pencatatan BOP yang Dibebankan kepada produk:<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px\">Biaya Overhead Pabrik Dibebankan\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<p>Jurnal penutupan rekening Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan (untuk mempertemukan BOP Dibebankan dengan BOP Sesungguhnya)<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Biaya Overhead Pabrik Dibebankan\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px\">Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<p><strong>b.\u00a0 <em>Pencatatan BOP yang Sesungguhnya:<\/em><\/strong><\/p>\n<h6><span style=\"font-size: 12pt\">Misal: 1. Pemakaian Bahan Penolong:<\/span><\/h6>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px\">Persediaan Bahan Penolong\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<h6><span style=\"font-size: 12pt\">2. Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Tak langsung:<\/span><\/h6>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px\">Gaji dan Upah\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>4.\u00a0 Pencatatan Produk Selesai<\/strong><\/p>\n<p>Biaya produksi yang telah dikumpulkan dalam Kartu Harga Pokok dijumlah dan dikeluarkan dari rekening Barang Dalam Proses dengan<em> jurnal sbb:<\/em><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Persediaan Produk Jadi\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px\">Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px\">Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px\">Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 xxx<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Harga Pokok Produk jadi dicatat dalam Kartu Persediaan (<em>Finish Goods Ledger Card<\/em>) dan Kartu Harga Pokok Pesanan tersebut dipindahkan ke dalam arsip Kartu Harga Pokok Pesanan yang telah selesai<\/p>\n<h2>B.\u00a0 Aktifitas Pembelajaran<\/h2>\n<p>Selesaikan soal kasus di bawah ini:<\/p>\n<p>Buatlah jurnal dari transaksi yang terjadi pada CV. Antik berikut ini:<\/p>\n<ol>\n<li>Pembelian bahan baku yang dilakukan secara tunai Rp 40.000.000<\/li>\n<li>Bukti permintaan dari bagian produksi untuk bahan baku Rp 30.000.000 dan bahan penolong Rp 5.000.000<\/li>\n<li>Biaya gaji terdiri dari biaya tenaga kerja langsung Rp 3.000.000, biaya tenaga kerja tidak langsung Rp 700.000<\/li>\n<li>Biaya penyusutan gedung pabrik senilai Rp 800.000, dan asuransi yang sudah jatuh tempo senilai Rp 200.000<\/li>\n<li>Satu pesanan diselesaikan dengan menyerap biaya bahan baku sebesar Rp 6.000.000, biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 500.000, dan BOP dibebankan sebesar 60% dari BTKL<\/li>\n<li>Biaya overhead lain-lain sebesar Rp 200.000<\/li>\n<li>Pesanan yang telah selesai diserahkan ke pemesan dengan nilai jual sebesar Rp 8.000.000<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>METODE PENGUMPULAN BIAYA PRODUKSI Metode pengumpulan biaya produksi tergantung dari sifat pengolahan produk. Pengolahan produk dibedakan menjadi 2 golongan, yaiitu: pengolahan produk berdasarkan pesanan dan pengolahan produk yang merupakan produksi massa. Oleh karena itu metode pengumpulan biaya produksi dibedakan menjadi dua, yakni: Metode Harga Pokok Pesanan (Job order cost method) Metode Harga Pokok Proses (Process [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[53],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/856"}],"collection":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=856"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2030,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/856\/revisions\/2030"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}