{"id":629,"date":"2020-07-11T14:03:44","date_gmt":"2020-07-11T07:03:44","guid":{"rendered":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/?p=629"},"modified":"2020-07-20T10:03:39","modified_gmt":"2020-07-20T03:03:39","slug":"peramaan-dasar-akuntansi-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/?p=629","title":{"rendered":"Peramaan Dasar Akuntansi Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"BAB 8 - Persamaan dasar akuntansi pemerintah\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/HGDR5K44XX0?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 18pt\"><strong>A. Materi<\/strong><\/span><\/p>\n<p><strong><em>1. Persamaan Dasar akuntansi<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Persamaan dasar akuntansi merupakan alat bantu untuk memahami sistem pencatatan ini. Persamaan dasar akuntansi tersebut dalam konteks akuntansi pemerintahan dapat diuraikan dalam beberapa tahap<br \/>\nsebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;text-align: center\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;text-align: center\"><strong><em>\u00a01.\u00a0 ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;text-align: center\"><strong><em><br \/>\n2.\u00a0 ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA + PENDAPATAN &#8211; BELANJA<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;text-align: center\"><strong><em><br \/>\n3.\u00a0 ASET + BELANJA = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA + PENDAPATAN<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 80px;text-align: center\"><strong><em><br \/>\n4.\u00a0 ASET + BELANJA + KEWAJIBAN + EKUITAS DANA +<br \/>\nPENGELUARAN PEMBIAYAAN = PENERIMAAN PEMBIAYAAN<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\"><strong><em><br \/>\n<\/em><\/strong>Keterangan:<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Keempat tahap persamaan akuntansi di atas, berlaku untuk akuntansi di SKPD dan PPKD. Namun karena di SKPD tidak ada transaksi pembiayaan, maka hanya berlaku tahap persamaan satu sampai<br \/>\ntiga. Definisi dari akun-akun yang terdapat dalam persamaan akuntansi di atas adalah sebagai berikut:<br \/>\n<em><strong>Aset<\/strong> <\/em>adalah sumber-sumber ekonomis yang dikuasai oleh pemerintah dan diharap- kan memberikan kemanfaatan di masa yang akan datang.<br \/>\n<em><strong>Kewajiban<\/strong><\/em> adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah di masa yang akan datang.<br \/>\n<strong><em>Ekuitas dana<\/em><\/strong> adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah.<br \/>\n<em><strong>Pendapatan<\/strong><\/em> adalah semua penerimaan daerah dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang menjadi hak pemerintah dan menambah ekuitas dana lancar.<br \/>\n<em><strong>Belanja<\/strong><\/em> adalah semua pengeluaran Pemerintah Daerah pada suatu periode anggaran yang mengurangi ekuitas dana lancar.<br \/>\n<em><strong>Pembiayaan<\/strong><\/em> adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan\/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran<br \/>\nberikutnya.<\/p>\n<p><em><strong>2.\u00a0 Konsep Debit dan Kredit<\/strong><\/em><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px\">Suatu transaksi yang berakibat bertambahnya <em><strong>aset<\/strong><\/em> akan dicatat pada sisi Debit, sedangkan yang berakibat berkurangnya aset akan dicatat pada sisi Kredit. Hal yang sama dilakukan untuk <em><strong>belanja dan pengeluaran pembiayaan<\/strong><\/em> karena memiliki kesamaan sifat dengan aset dalam konsep debit\/kreditnya.<br \/>\nHal yang sebaliknya dilakukan untuk <em><strong>kewajiban, ekuitas dana, <\/strong><\/em><em><strong>dan pendapatan<\/strong><\/em>. Apabila suatu transaksi mengakibatkan bertambahnya <em><strong>kewajiban<\/strong><\/em>, maka pencatatan akan dilakukan pada sisi Kredit, jika mengakibatkan berkurangnya kewajiban, pencatatan dilakukan pada sisi Debit. Hal serupa dilakukan untuk ekuitas dana, pendapatan, dan <em><strong>penerimaan<\/strong><\/em> <strong><em>pembiayaan karena memiliki kesamaan sifat dengan<br \/>\naset dalam konsep debit\/kreditnya.<br \/>\n<\/em><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 18pt\"><strong>B. Aktivitas Pembelajaran<\/strong><\/span><\/p>\n<p>untuk memahami materi pembelajaran 2, coba anda kerjakan soal kasus dibawah ini:<\/p>\n<p><strong>1.<\/strong> Kabupaten Bersemi pada tahun 2017 pertama kali mengadakan inventarisasi dihasilkan data sebagai berikut: Kas di Kas Daerah Rp 468.750.000,00. Persediaan Rp 187.500.000,00. Aset<br \/>\nTetap Rp 281.250.000,00. Dana Cadangan Rp 93.750.000,00. Hutang Jangka Pendek Rp112.500.000,00. Hutang Jangka Panjang Rp 234.375.000,00<\/p>\n<p>Berdasarkan data diatas, anda diminta membuat Persamaan Dasar Akuntansi Pemerintah berdasarkan inventarisasi yang dilakukan oleh Kabupaten Bersemi!<\/p>\n<p><strong>2. <\/strong>Berikan keterangan Debet\/Kredit pada &#8230; untuk akun2 dibawah ini:<\/p>\n<div class=\"text_layer\">\n<div class=\"ie_fix\">\n<div class=\"ff3\"><span class=\"a\">Saldo normal rekening kelompok <span class=\"l6\">Aset &#8230;, bertambah di sisi &#8230; dan <\/span><\/span><span class=\"a\">\u00a0berkurang di <span class=\"l6\">sisi &#8230;\u00a0 ;<\/span><\/span><\/div>\n<div class=\"ff3\"><span class=\"a\">Saldo normal rekening kelompok Belanja &#8230;, bertambah di sisi &#8230; dan <\/span><span class=\"a\">\u00a0berkurang di <span class=\"l6\">sisi &#8230; ;<\/span><\/span><\/div>\n<div class=\"ff3\"><span class=\"a\">Saldo normal rekening kelompok Pengeluaran Pembiayaan &#8230;, bertambah di <\/span><span class=\"a\">sisi &#8230; dan berkurang di sisi &#8230; ;<\/span><\/div>\n<div class=\"ff3\"><span class=\"a\">Saldo normal rekening kelompok Kewajiban &#8230;, bertambah di sisi &#8230; dan <\/span><span class=\"a\">\u00a0berkurang di <span class=\"l6\">sisi &#8230; <\/span><\/span><\/div>\n<div class=\"ff3\"><span class=\"a\">Saldo normal rekening kelompok Ekuitas Dana &#8230;, bertambah di sisi &#8230; <\/span><span class=\"a\">dan be<span class=\"l6\">rkurang di sisi &#8230; ;<\/span><\/span><\/div>\n<div class=\"ff3\"><span class=\"a\">Saldo normal rekening kelompok Pendapatan &#8230;, bertambah di sisi &#8230; <\/span><span class=\"a\">dan berkurang di sisi &#8230; ;<br \/>\n<\/span><\/div>\n<div class=\"ff3\"><span class=\"a\">Saldo normal rekening akun Penerimaan Pembiayaan &#8230;, bertambah di sisi <\/span><span class=\"a\">&#8230;. dan berkurang di sisi &#8230; , sedangkan saldo normal rekening akun <\/span><span class=\"a\">Pengeluaran Pem<span class=\"l7\">biayaan &#8230;, bertam<span class=\"l6\">bah di sisi &#8230; dan berkurang di sisi <\/span><\/span><\/span><span class=\"a\">&#8230;.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n<div><strong><strong>3. <\/strong><\/strong><span class=\"a\"><span class=\"l\">Jelaskan siklus keuangan daerah yang anda ketahui (<\/span><\/span><span class=\"a\">d<span class=\"l7\">alam be<span class=\"l8\">n<span class=\"l6\">tuk bagan)<\/span><\/span><\/span><\/span><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"image_layer\">\n<div class=\"ie_fix\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A. Materi 1. Persamaan Dasar akuntansi Persamaan dasar akuntansi merupakan alat bantu untuk memahami sistem pencatatan ini. Persamaan dasar akuntansi tersebut dalam konteks akuntansi pemerintahan dapat diuraikan dalam beberapa tahap sebagai berikut: \u00a0 \u00a01.\u00a0 ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA 2.\u00a0 ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA + PENDAPATAN &#8211; BELANJA 3.\u00a0 ASET + BELANJA [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[54],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/629"}],"collection":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=629"}],"version-history":[{"count":5,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/629\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1425,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/629\/revisions\/1425"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=629"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=629"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=629"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}