{"id":5647,"date":"2026-11-06T10:09:12","date_gmt":"2026-11-06T03:09:12","guid":{"rendered":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/?p=5647"},"modified":"2026-11-06T10:16:36","modified_gmt":"2026-11-06T03:16:36","slug":"soal-latihan-ip-address","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/?p=5647","title":{"rendered":"Soal Latihan IP Address"},"content":{"rendered":"<p>Anda sebagai admin sebuah jaringan di tugaskan untuk membagi ip address seperti soal berikut :<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"3\">Soal 1: Desain Subnetting dan Efisiensi Alokasi IP (IPv4)<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"4\">Sebuah perusahaan rintisan (<i data-path-to-node=\"4\" data-index-in-node=\"28\">startup<\/i>) teknologi mendapatkan satu blok IP Address publik dengan network ID <code data-path-to-node=\"4\" data-index-in-node=\"105\">192.168.40.0\/24<\/code>. Perusahaan tersebut memiliki 4 departemen utama dengan kebutuhan host yang berbeda:<\/p>\n<ul>\n<li data-path-to-node=\"5,0,0\">Departemen Engineering: 50 host<\/li>\n<li data-path-to-node=\"5,1,0\">Departemen Marketing: 25 host<\/li>\n<li data-path-to-node=\"5,2,0\">Departemen Finance: 10 host<\/li>\n<li data-path-to-node=\"5,3,0\">Departemen Server\/DMZ: 4 host<\/li>\n<\/ul>\n<p data-path-to-node=\"6\">Sebagai Administrator Jaringan, Anda diminta merancang skema pengalamatan menggunakan metode <b data-path-to-node=\"6\" data-index-in-node=\"93\">VLSM (Variable Length Subnet Mask)<\/b>.<\/p>\n<ul>\n<li data-path-to-node=\"7,0,0\">\u00a0Hitunglah kebutuhan jumlah bit host dan subnet mask yang paling efisien untuk Departemen Engineering.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"7,1,0\">\u00a0Tentukan Network ID, Range IP Usable, dan Broadcast Address untuk subnet Departemen Marketing.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"7,2,0\">\u00a0Berapa sisa IP address yang tidak terpakai dari keseluruhan blok <code data-path-to-node=\"7,2,0\" data-index-in-node=\"68\">\/24<\/code> setelah dialokasikan ke-4 departemen tersebut?<\/li>\n<li data-path-to-node=\"7,3,0\">\u00a0Jelaskan mengapa metode VLSM lebih direkomendasikan dibandingkan CIDR konvensional (FLSM) dalam kasus ini.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"7,4,0\">\u00a0Jika Departemen Engineering kemudian berkembang dan membutuhkan tambahan 20 host baru pada masa depan, analisis apakah desain subnetting saat ini masih dapat menampungnya atau memerlukan redesain.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"7,5,0\">Tuliskan konfigurasi perintah (CLI) singkat pada router Cisco untuk mengonfigurasi IP address pada gateway interface untuk subnet Departemen Finance.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-path-to-node=\"9\">Soal 2: Troubleshooting Konektivitas dan Masalah Subnet Mask<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"10\">Seorang teknisi jaringan mendapati bahwa dua buah komputer dalam satu gedung tidak dapat saling berkomunikasi meskipun berada dalam satu switch yang sama.<\/p>\n<ul>\n<li data-path-to-node=\"11,0,0\">Komputer A memiliki IP: <code data-path-to-node=\"11,0,0\" data-index-in-node=\"24\">172.16.10.15<\/code> dengan Subnet Mask <code data-path-to-node=\"11,0,0\" data-index-in-node=\"56\">255.255.255.0<\/code><\/li>\n<li data-path-to-node=\"11,1,0\">Komputer B memiliki IP: <code data-path-to-node=\"11,1,0\" data-index-in-node=\"24\">172.16.20.15<\/code> dengan Subnet Mask <code data-path-to-node=\"11,1,0\" data-index-in-node=\"56\">255.255.255.0<\/code><\/li>\n<li data-path-to-node=\"11,2,0\">Keduanya terhubung ke switch layer 2 yang sama tanpa VLAN yang aktif.<\/li>\n<\/ul>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li data-path-to-node=\"11,3,0\">Identifikasi akar permasalahan mengapa Komputer A dan Komputer B gagal saling berkomunikasi langsung (<i data-path-to-node=\"11,3,0\" data-index-in-node=\"105\">direct communication<\/i>).<\/li>\n<li data-path-to-node=\"11,4,0\">Tentukan Network ID dari masing-masing komputer berdasarkan konfigurasi di atas.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"11,5,0\">Bagaimana cara kerja proses <i data-path-to-node=\"11,5,0\" data-index-in-node=\"31\">ARP (Address Resolution Protocol)<\/i> yang terjadi ketika Komputer A mencoba mengirim paket data pertama kali ke Komputer B dalam kondisi konfigurasi saat ini?<\/li>\n<li data-path-to-node=\"11,6,0\">Berikan solusi konfigurasi ulang IP Address atau Subnet Mask agar kedua komputer tersebut dapat berada dalam satu jaringan lokal yang sama tanpa mengubah perangkat keras.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"11,7,0\">Evaluasi apa yang akan terjadi pada tabel routing di kedua komputer jika mereka dipaksa mengirim data tanpa koreksi konfigurasi.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"11,8,0\">Sebutkan perintah utilitas diagnosa jaringan berbasis CLI yang paling tepat digunakan untuk membuktikan kegagalan koneksi tersebut beserta analisis keluarannya.<\/li>\n<\/ol>\n<h3 data-path-to-node=\"13\">Soal 3: Implementasi NAT (Network Address Translation) dan Public vs Private IP<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"14\">Sebuah Sekolah Menengah Kejuruan memiliki 200 perangkat lab komputer yang menggunakan blok IP Private <code data-path-to-node=\"14\" data-index-in-node=\"102\">10.50.0.0\/24<\/code>. Sekolah tersebut berlangganan koneksi internet dari ISP dengan satu buah IP Public statis: <code data-path-to-node=\"14\" data-index-in-node=\"207\">203.0.113.15<\/code>.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li data-path-to-node=\"15,0,0\">Bedakan secara mendasar fungsi dan karakteristik antara IP Address Privat (RFC 1918) dan IP Address Publik.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"15,1,0\">Mengapa penggunaan IP Privat di dalam jaringan lokal menjadi standar wajib sebelum keluar ke internet publik?<\/li>\n<li data-path-to-node=\"15,2,0\">Mekanisme NAT jenis apa (PAT\/Overload, Static NAT, atau Dynamic NAT) yang paling tepat diterapkan pada kasus sekolah di atas? Jelaskan alasannya.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"15,3,0\">Gambarkan atau jelaskan alur perubahan header paket (Source\/Destination IP dan Port) ketika salah satu PC di lab mengakses situs web di internet melalui router NAT.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"15,4,0\">Analisis kendala apa yang mungkin timbul jika aplikasi berbasis <i data-path-to-node=\"15,4,0\" data-index-in-node=\"67\">Peer-to-Peer (P2P)<\/i> atau VoIP digunakan di dalam lab komputer yang berada di balik router NAT tersebut.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"15,5,0\">Bagaimana cara kerja port forwarding jika salah satu PC di dalam lab ingin diakses sebagai server web dari luar jaringan internet?<\/li>\n<\/ol>\n<h3 data-path-to-node=\"17\">Soal 4: Migrasi dan Transisi Menuju IPv6<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"18\">Mengingat kepunahan ruang alamat IPv4, sebuah ISP besar memutuskan untuk merancang migrasi infrastruktur pelanggan dari murni IPv4 ke lingkungan IPv6 menggunakan teknik <i data-path-to-node=\"18\" data-index-in-node=\"169\">Dual-Stack<\/i> dan <i data-path-to-node=\"18\" data-index-in-node=\"184\">Tunneling<\/i>.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li data-path-to-node=\"19,0,0\">Sebutkan dua faktor utama pendorong (driver) mengapa migrasi dari IPv4 ke IPv6 menjadi sebuah keharusan mendesak bagi industri telekomunikasi.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"19,1,0\">Hitung dan jelaskan kapasitas total ruang alamat yang disediakan oleh IPv6 dibandingkan dengan IPv4.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"19,2,0\">Jelaskan bagaimana teknologi <i data-path-to-node=\"19,2,0\" data-index-in-node=\"32\">Dual-Stack<\/i> bekerja pada perangkat router dan host dalam melayani lalu lintas jaringan secara bersamaan.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"19,3,0\">Apa fungsi dari fitur <i data-path-to-node=\"19,3,0\" data-index-in-node=\"25\">Stateless Address Autoconfiguration (SLAAC)<\/i> dalam IPv6, dan bagaimana perbandingannya dengan penggunaan DHCPv4?<\/li>\n<li data-path-to-node=\"19,4,0\">Evaluasi tantangan keamanan (security challenges) yang mungkin muncul pada fase transisi ketika jaringan mengaktifkan IPv4 dan IPv6 secara bersamaan (<i data-path-to-node=\"19,4,0\" data-index-in-node=\"153\">Dual-Stack<\/i>).<\/li>\n<li data-path-to-node=\"19,5,0\">Tuliskan struktur penulisan kompresi (penyederhanaan) yang benar untuk alamat IPv6 berikut: <code data-path-to-node=\"19,5,0\" data-index-in-node=\"95\">2001:0db8:0000:0000:0000:ff00:0042:8329<\/code>.<\/li>\n<\/ol>\n<h3 data-path-to-node=\"21\">Soal 5: Analisis Keamanan Jaringan dan IP Spoofing<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"22\">Dalam sebuah audit keamanan jaringan perusahaan, ditemukan kerentanan di mana pihak luar dapat melakukan serangan <i data-path-to-node=\"22\" data-index-in-node=\"114\">IP Spoofing<\/i> untuk memalsukan identitas paket data seolah-olah berasal dari jaringan internal perusahaan.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li>Definisikan apa yang dimaksud dengan <i data-path-to-node=\"23,0,0\" data-index-in-node=\"40\">IP Spoofing<\/i> dan bagaimana penyerang mengeksploitasi celah pada header paket IPv4.<\/li>\n<li>Sebutkan mekanisme pengamanan jaringan pada level router (seperti <i data-path-to-node=\"23,1,0\" data-index-in-node=\"69\">Access Control List<\/i> atau uRPF) yang dapat digunakan untuk mencegah serangan IP Spoofing.<\/li>\n<li>Bagaimana protokol komunikasi seperti TCP (dengan mekanisme <i data-path-to-node=\"23,2,0\" data-index-in-node=\"63\">Sequence Number<\/i>) mencoba memitigasi risiko eksploitasi dari alamat IP yang dipalsukan?<\/li>\n<li>Analisis dampak dari serangan <i data-path-to-node=\"23,3,0\" data-index-in-node=\"33\">IP Spoofing<\/i> yang dikombinasikan dengan serangan <i data-path-to-node=\"23,3,0\" data-index-in-node=\"81\">DDoS (Distributed Denial of Service)<\/i> tipe SYN Flood.<\/li>\n<li>Mengapa header IPv6 dirancang dengan struktur yang lebih sederhana dibandingkan header IPv4 dalam konteks pemrosesan keamanan (seperti dukungan native terhadap IPSec)?<\/li>\n<li>Rancang sebuah aturan ACL sederhana pada router untuk menolak paket dari luar yang memiliki sumber IP private masuk ke interface eksternal (mengeblok bogon IP).<\/li>\n<\/ol>\n<h3 data-path-to-node=\"25\">Soal 6: Dinamika DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) dan Konflik IP<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"26\">Pada sebuah jaringan area lokal (LAN) kantor dengan 1500 klien, sering terjadi laporan keluhan &#8220;IP Address Conflict&#8221; dan lambatnya proses mendapatkan alamat IP baru dari server DHCP.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li data-path-to-node=\"27,0,0\">Jelaskan 4 tahapan proses komunikasi DHCP antara klien dan server menggunakan akronim <b data-path-to-node=\"27,0,0\" data-index-in-node=\"89\">DORA<\/b> (Discover, Offer, Request, Acknowledge).<\/li>\n<li data-path-to-node=\"27,1,0\">Analisis faktor apa saja di level jaringan fisik maupun logikal yang dapat menyebabkan terjadinya konflik IP Address pada jaringan berskala besar.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"27,2,0\">Apa peran dari <i data-path-to-node=\"27,2,0\" data-index-in-node=\"18\">DHCP Relay Agent<\/i> (IP Helper-Address) jika server DHCP berada di segmen jaringan (subnet) yang berbeda dengan klien?<\/li>\n<li data-path-to-node=\"27,3,0\">Evaluasi risiko keamanan yang disebut <i data-path-to-node=\"27,3,0\" data-index-in-node=\"41\">DHCP Spoofing<\/i> atau <i data-path-to-node=\"27,3,0\" data-index-in-node=\"60\">Rogue DHCP Server<\/i>, dan bagaimana cara mitigasinya di switch modern (menggunakan fitur DHCP Snooping).<\/li>\n<li data-path-to-node=\"27,4,0\">Jika lease time pada DHCP server diset terlalu singkat (misal: 2 menit), apa dampak negatifnya terhadap performa jaringan dan beban server?<\/li>\n<li data-path-to-node=\"27,5,0\">Tuliskan skenario konfigurasi dasar DHCP pool pada perangkat router berbasis sistem operasi jaringan enterprise.<\/li>\n<\/ol>\n<h3 data-path-to-node=\"29\">Soal 7: Perhitungan IPv6 Subnetting dan Prefix Allocation<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"30\">Sebuah institusi pendidikan mendapatkan alokasi blok IPv6 dengan prefix <code data-path-to-node=\"30\" data-index-in-node=\"72\">2001:db8:cafe::\/48<\/code>. Institusi tersebut ingin membagi blok tersebut ke dalam beberapa fakultas dengan ketentuan masing-masing fakultas mendapatkan prefix <code data-path-to-node=\"30\" data-index-in-node=\"225\">\/64<\/code>.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li data-path-to-node=\"31,0,0\">Berapa banyak bit yang tersedia untuk penomoran subnet (Subnet ID) jika network induk menggunakan <code data-path-to-node=\"31,0,0\" data-index-in-node=\"101\">\/48<\/code> dan diturunkan menjadi <code data-path-to-node=\"31,0,0\" data-index-in-node=\"128\">\/64<\/code>?<\/li>\n<li data-path-to-node=\"31,1,0\">Hitung total jumlah subnet independen berukuran <code data-path-to-node=\"31,1,0\" data-index-in-node=\"51\">\/64<\/code> yang dapat dihasilkan dari alokasi tersebut.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"31,2,0\">Tuliskan 3 alamat subnet pertama yang valid dalam format penulisan lengkap maupun terkompresi.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"31,3,0\">Mengapa standar arsitektur IPv6 menetapkan ukuran subnet standar host identifier selalu berukuran <code data-path-to-node=\"31,3,0\" data-index-in-node=\"101\">\/64<\/code> untuk setiap jaringan lokal (LAN)?<\/li>\n<li data-path-to-node=\"31,4,0\">Jelaskan perbedaan fungsi antara Global Unicast Address (GUA), Link-Local Address (LLA), dan Unique Local Address (ULA) dalam arsitektur IPv6.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"31,5,0\">Bagaimana host dalam subnet IPv6 tersebut menghasilkan Interface ID secara unik menggunakan metode EUI-64 berdasarkan MAC Address perangkat?<\/li>\n<\/ol>\n<h3 data-path-to-node=\"33\">Soal 8: Analisis Header IPv4 dan Fragmentasi Paket<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"34\">Paket data berukuran 4000 byte dikirimkan melewati jalur jaringan yang memiliki batasan MTU (<i data-path-to-node=\"34\" data-index-in-node=\"93\">Maximum Transmission Unit<\/i>) sebesar 1500 byte pada salah satu routernya.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li data-path-to-node=\"35,0,0\">Identifikasi bagian dari header IPv4 yang bertanggung jawab penuh terhadap proses penanganan fragmentasi paket (<i data-path-to-node=\"35,0,0\" data-index-in-node=\"115\">Identification, Flags, Fragment Offset<\/i>).<\/li>\n<li data-path-to-node=\"35,1,0\">Hitung jumlah fragmen paket yang akan dihasilkan dari pengiriman data tersebut beserta ukuran payload masing-masing fragmen.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"35,2,0\">Jelaskan nilai dari flag <i data-path-to-node=\"35,2,0\" data-index-in-node=\"28\">Don&#8217;t Fragment (DF)<\/i> dan <i data-path-to-node=\"35,2,0\" data-index-in-node=\"52\">More Fragments (MF)<\/i> pada setiap fragmen yang tercipta.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"35,3,0\">Apa kerugian performa yang dialami oleh router dan perangkat penerima ketika terjadi proses fragmentasi paket secara terus-menerus di dalam jaringan?<\/li>\n<li data-path-to-node=\"35,4,0\">Bagaimana mekanisme <i data-path-to-node=\"35,4,0\" data-index-in-node=\"23\">Path MTU Discovery (PMTUD)<\/i> bekerja untuk mencegah terjadinya fragmentasi di sepanjang jalur transmisi?<\/li>\n<li data-path-to-node=\"35,5,0\">Bandingkan bagaimana penanganan fragmentasi pada header IPvv6 ditangani (menggunakan Extension Header) dibandingkan dengan IPv4.<\/li>\n<\/ol>\n<h3 data-path-to-node=\"37\">Soal 9: Perancangan Jaringan Berbasis VLAN dan Inter-VLAN Routing<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"38\">Sebuah gedung perkantoran berlantai 3 memerlukan desain jaringan dengan pembagian 3 VLAN berbeda (VLAN 10: HRD, VLAN 20: Produksi, VLAN 30: Tamu). Setiap VLAN membutuhkan alokasi subnet IP tersendiri.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li data-path-to-node=\"39,0,0\">Tentukan blok subnet IP yang sesuai untuk masing-masing VLAN jika menggunakan network utama <code data-path-to-node=\"39,0,0\" data-index-in-node=\"95\">192.168.100.0\/24<\/code> dengan teknik pembagian yang merata (Equal-Sized Subnetting).<\/li>\n<li data-path-to-node=\"39,1,0\">Berapa jumlah host yang dapat terhubung secara aktif pada masing-masing VLAN tersebut?<\/li>\n<li data-path-to-node=\"39,2,0\">Jelaskan fungsi utama dari <i data-path-to-node=\"39,2,0\" data-index-in-node=\"30\">Router-on-a-Stick<\/i> atau penggunaan <i data-path-to-node=\"39,2,0\" data-index-in-node=\"64\">Layer 3 Switch<\/i> dalam menghubungkan komunikasi antar VLAN (<i data-path-to-node=\"39,2,0\" data-index-in-node=\"122\">Inter-VLAN Routing<\/i>).<\/li>\n<li data-path-to-node=\"39,3,0\">Tuliskan konfigurasi dasar pada interface fisik router yang terhubung ke trunk port switch untuk mendukung sub-interface Inter-VLAN.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"39,4,0\">Analisis bagaimana pengaturan IP Gateway pada masing-masing VLAN berperan sebagai titik kontrol keamanan jaringan (<i data-path-to-node=\"39,4,0\" data-index-in-node=\"118\">default gateway<\/i>).<\/li>\n<li data-path-to-node=\"39,5,0\">Jika VLAN 30 (Tamu) dilarang mengakses subnet VLAN 10 (HRD), jenis aturan filter apa yang harus diterapkan pada router\/L3 switch?<\/li>\n<\/ol>\n<h3 data-path-to-node=\"41\">Soal 10: Evaluasi Desain Skema IP Addressing pada Jaringan Skala Enterprise<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"42\">Sebuah korporasi multinasional merencanakan pembangunan infrastruktur jaringan berskala besar yang menghubungkan kantor pusat dan 5 kantor cabang di berbagai kota menggunakan protokol routing OSPF. Korporasi tersebut menggunakan skema <i data-path-to-node=\"42\" data-index-in-node=\"235\">Hierarchical IP Addressing<\/i>.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li data-path-to-node=\"43,0,0\">Definisikan apa yang dimaksud dengan <i data-path-to-node=\"43,0,0\" data-index-in-node=\"40\">Hierarchical IP Addressing<\/i> dan apa keunggulannya dibandingkan pengalamatan datar (<i data-path-to-node=\"43,0,0\" data-index-in-node=\"122\">flat addressing<\/i>) dalam jaringan enterprise.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"43,1,0\">Bagaimana perancangan skema IP address yang baik dapat mengoptimalkan ukuran tabel routing (<i data-path-to-node=\"43,1,0\" data-index-in-node=\"95\">route summarization \/ aggregation<\/i>) pada router inti korporasi?<\/li>\n<li data-path-to-node=\"43,2,0\">Evaluasi bagaimana perencanaan IP Address yang buruk dapat menyebabkan pemborosan alamat (<i data-path-to-node=\"43,2,0\" data-index-in-node=\"93\">address exhaustion<\/i>) dan inefisiensi performa CPU router.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"43,3,0\">Rancang pembagian blok IP privat kelas besar (misal <code data-path-to-node=\"43,3,0\" data-index-in-node=\"55\">10.0.0.0\/8<\/code>) untuk dialokasikan secara terstruktur ke kantor pusat dan 5 kantor cabang agar tidak terjadi tumpang tindih (<i data-path-to-node=\"43,3,0\" data-index-in-node=\"176\">overlapping<\/i>).<\/li>\n<li data-path-to-node=\"43,4,0\">Jelaskan peran penting dari dokumentasi <i data-path-to-node=\"43,4,0\" data-index-in-node=\"43\">IP Address Management (IPAM)<\/i> dalam mengelola operasional jaringan enterprise jangka panjang.<\/li>\n<li data-path-to-node=\"43,5,0\">Analisis bagaimana implementasi <i data-path-to-node=\"43,5,0\" data-index-in-node=\"35\">Classless Inter-Domain Routing (CIDR)<\/i> merevolusi efisiensi alokasi alamat IP global sejak era pasca-kelas (<i data-path-to-node=\"43,5,0\" data-index-in-node=\"142\">classful network<\/i>).<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anda sebagai admin sebuah jaringan di tugaskan untuk membagi ip address seperti soal berikut : Soal 1: Desain Subnetting dan Efisiensi Alokasi IP (IPv4) Sebuah perusahaan rintisan (startup) teknologi mendapatkan satu blok IP Address publik dengan network ID 192.168.40.0\/24. Perusahaan tersebut memiliki 4 departemen utama dengan kebutuhan host yang berbeda: Departemen Engineering: 50 host Departemen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20,34],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5647"}],"collection":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5647"}],"version-history":[{"count":8,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5647\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5655,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5647\/revisions\/5655"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}