{"id":3518,"date":"2020-10-14T06:02:46","date_gmt":"2020-10-13T23:02:46","guid":{"rendered":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/?p=3518"},"modified":"2020-10-14T06:08:10","modified_gmt":"2020-10-13T23:08:10","slug":"cara-melakukan-cek-script-atau-program-yang-sedang-berjalan-di-server-untuk-keperluan-monitoring","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/?p=3518","title":{"rendered":"Cara melakukan cek script atau program yang sedang berjalan di server untuk keperluan monitoring"},"content":{"rendered":"<p>Mendapatkan data mengenai konsumsi memori (RAM) dan CPU dari sistem operasi merupakan hal yang sangat penting agar kita dapat mengelola server dengan baik terlebih saat menentukan kapan harus melakukan upgrade spek server.<\/p>\n<p>Saat melakukan investasi atau hanya sekedar ingin mengetahui script mana yang paling mengkonsumsi memory dan CPU paling tinggi di sistem operasi windows biasannya kita akan langsung menekan ctrl+alt+del untuk memunculkan task manager.<\/p>\n<p>Pada linux server atau di ulasan ini kita spesifik membahas mengenai ubuntu server maka kita tidak memiliki program GUI layaknya seperti task manager pada windows ataupun System Monitor pada OSX. Ubuntu server yang notabenenya hanya berupa CLI(Command line intepreter) tidak support aplikasi dengna model GUI.<\/p>\n<p>Namun jangan khawatir ubuntu server tetap menyediakan fitur untuk mendapatkan kondisi terkini terkait script atau job yang sedang berjalan pada sistem operasi disertai dengan berapa memory (RAM) dan CPU yang dikonsumsinnya.<\/p>\n<h2>Cara cek konsumsi RAM dan CPU script atau job pada server<\/h2>\n<h3>HTOP<\/h3>\n<p>Secara bawaan ubuntuk telah memiliki fitur yang dapat kita gunakan untuk mengetahui konsumsi memori(RAM) dan CPU pada server. Script ini memiliki nama HTOP yang memiliki fungsi sebagai program untuk menvisualisasikan process yang sedang berjalan di OS (Sistem operasi).<\/p>\n<p>Untuk mengakses HTOP anda cukup login ke shell melalui terminal\/putty\/ssh\/etc (sesuai dengan konfugurasi akses yang anda berikan di server) lalu tuliskan perintah dibawah ini<\/p>\n<pre>htop<\/pre>\n<p>setelah perintah diatas dituliskan dan dieksekusi akan muncul process viewer untuk memantau kondisi RAM dan CPU di Server. Perhatikan gambar dibawah ini<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-3084 aligncenter jetpack-lazy-image jetpack-lazy-image--handled\" src=\"https:\/\/degananda.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/Screen-Shot-2018-02-26-at-23.29.03.png\" alt=\"\" width=\"584\" height=\"335\" data-lazy-loaded=\"1\" \/><\/p>\n<h2>Header<\/h2>\n<p>pada bagian header kita dapat melihat terdaat tiga informasi penting yakni :<\/p>\n<ol>\n<li>jumlah CPU yang tersedia dibandingkan dengan total CPU yang kita miliki(100% makasimal)<\/li>\n<li>jumlah ram yang tersedia dibandingkan dengan total RAM yang terinstall pada VPS\/Server kita<\/li>\n<li>SWP atau SWAP memory yang tersedia diserver. Swap akan berfungsi sebagai RAM candangan ketika memory (RAM) utama pada server penuh. Pada server degananda.com kami belum menggunakan fungsi SWAP ini karena memang traffic yang masuk tidak terlalu besar.<\/li>\n<li>Disisi kanan kita juga dapat melihat uptime (lama jangka waktu server kita hidup) pada gambar diatas contohnya degananda.com telah live selama 40 hari tanpa adannya reboot atau restart atau shutdown system.<\/li>\n<li>Diatas uptime kita dapat melihat ada berapa thread dan task yang berjalan di server kita<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Body<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-3085 jetpack-lazy-image jetpack-lazy-image--handled\" src=\"https:\/\/degananda.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/Screen-Shot-2018-02-26-at-23.34.29.png\" alt=\"\" width=\"562\" height=\"17\" data-lazy-loaded=\"1\" \/><\/p>\n<p>pada bagian body htop adalah fungsi utama yang menyajikan daftar process atau script atau job yang sedang berjalan di server.Kita dapat meliaht konsumsi memory(RAM) dan CPU untuk masing-masing process (script\/job). Contohnya disini kita dapat melihat job \/ script mysqld(untuk database mysql) memakan CPU sebanyak 0% (kemungkinan saat itu tidak ada proses ke mysql) dan memory hingga 8.6%.<\/p>\n<blockquote><p>mysql dengan id 1386 tersebut telah \u201cup\u201d atau berjalan dalam jangka waktu 1 jam 30 menit.<\/p><\/blockquote>\n<p>jika tidak ada aktivitas pada suatu proses (contoh disini mysql) biasannya process atua script atau job tersebut akan dimatikan (killed).<\/p>\n<h2>Cara install htop<\/h2>\n<p>jika memang anda menggunakan linux server atau ubuntu server yang kebetulan memang tidak memiliki htop dari bawaannya tenang anda dapat menginstall htop dengan menggunakan perintah dbawah ini<\/p>\n<h4>debian<\/h4>\n<pre>apt-get install htop<\/pre>\n<h4>Centos\/redhat\/rhel<\/h4>\n<pre>yum install htop<\/pre>\n<h2>Cara mendapatkan process \/ script \/ job tertentu yang sedang berjalan dengan menggunakan htop<\/h2>\n<p>misalkan kita sedang dihadapkan disituasi ingin mendapatkan konsumsi RAM dan CPU untuk proses Nodejs maka kita juga dapat melakukannnya dengan menggunakan htop ditambahkan perintah linux untuk melakukan pencarian dihasil output dari suatu perintah di linux yakni GREP. Perhatikan contoh dibawah ini untuk mendapatkan proses \u201capache\u201d<\/p>\n<pre>htop | grep \"apache\"<\/pre>\n<p>maka ketika perintah diatas dijalankan akan menghasilkan<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-3086 aligncenter jetpack-lazy-image jetpack-lazy-image--handled\" src=\"https:\/\/degananda.com\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/Screen-Shot-2018-02-26-at-23.41.15.png\" alt=\"\" width=\"583\" height=\"296\" data-lazy-loaded=\"1\" \/><\/p>\n<p>yang diberikan highlight warna merah adalah proses yang sesuai dengan nilai yang kita masukan pada fungsi GREP. isikan nilai pada grep dengan nama proses yang ingin anda cari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 class=\"tagdiv-entry-title\">Cara mengecek kondisi kesehatan (health) server apache dan mysql pada linux<\/h2>\n<p>Mengelola server (apache &amp; mysql) secara independen untuk menghemat budget(managed infratructure membutuhkan biaya lebih) membutuhkan penjadwalan yang ketat. Pada pembaahsan ini technology stack yang digunakan pada infrastruktur yaitu<\/p>\n<ol>\n<li>Apache sebagai web server<\/li>\n<li>php berjalan sebagai module di apache (web server)<\/li>\n<li>MySQL<\/li>\n<li>Ubuntu server LTS<\/li>\n<\/ol>\n<p>ketiga software diatas di jalankan\u00a0<strong>tanpa<\/strong>\u00a0menggunakan PaaS (Platform as a service) tetapi menggunakan\u00a0<strong>IaaS (infrastruktur as a service)<\/strong>\u00a0yang mana berjalan diatas VM (Virtual machine).<\/p>\n<blockquote><p>proses pemeliharaan apache dan mysql harus dilakukan secara terjadwal untuk selalu menjaga aplikasi dalam kondisi prima<\/p><\/blockquote>\n<p>Sehingga, proses pemeliharaan mulai dari patching, security check dan health bukanlah merupakan tanggung jawab penyedia infrastruktur. Untuk dapat mengelola apache dan mysql berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan berkala.<\/p>\n<h1>TLDR \u2013 Ringkasan dan cek list<\/h1>\n<p>berikut ini adalah cek list yang perlu dilakukan saat melakukan cek kondisi kesehatan (health) mysql dan apache<\/p>\n<p>MYSQL cek kesehatan check-list<\/p>\n<table width=\"557\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"35\"><strong>No<\/strong><\/td>\n<td width=\"64\"><strong>Kategori<\/strong><\/td>\n<td width=\"458\"><strong>Task<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>1<\/td>\n<td>mysql<\/td>\n<td>cek ketersediaan mysql (availability)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>2<\/td>\n<td>mysql<\/td>\n<td>cek slow query yang ada pada mysql<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>3<\/td>\n<td>mysql<\/td>\n<td>cek jumlah koneksi yang gagal ke database (security check)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>4<\/td>\n<td>mysql<\/td>\n<td>cek apakah deadlock terjadi pada mysql<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>5<\/td>\n<td>mysql<\/td>\n<td>cek konfigurasi apakah telah sesuai dengan traffic website (availability)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Apache cek kesehatan check-list<\/p>\n<table width=\"557\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"35\"><strong>No<\/strong><\/td>\n<td width=\"64\"><strong>Kategori<\/strong><\/td>\n<td width=\"458\"><strong>Task<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>1<\/td>\n<td>apache<\/td>\n<td>cek ketersediaan apache (availability)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>Cara melakukan cek kondisi mysql pada linux ubuntu<\/h2>\n<h3>1.Melakukan cek ketersediaan service mysql (availability)<\/h3>\n<p>Jika service mysql tidak berjalan maka aplikasi tidak akan mendapatkan supply data dari database yang menyebabkan user tidak dapat mengakses aplikasi dan terjadi database connection error.<\/p>\n<p>berikut ini adalah perintah untuk melihat status ketersediaan mysql (availability).<\/p>\n<pre> mysqladmin -h localhost -u [namadatabase] -p status<\/pre>\n<p><strong>localhost<\/strong>\u00a0dapat diganti menjadi ip lokal ataupun ip public (jika di izinkan diakses melalui public network).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-3544 jetpack-lazy-image jetpack-lazy-image--handled\" src=\"https:\/\/degananda.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/mysql-availability-1.jpg\" alt=\"mysql-availability.jpg\" width=\"801\" height=\"65\" data-lazy-loaded=\"1\" \/><\/p>\n<p>jika kondisi ketersediaan mysql(availability) bagus maka indikasinnya adalah<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Total uptime<\/strong>\u00a0yakni \u00a0angka yang muncul pada bagian\u00a0<strong>uptime\u00a0<\/strong>dalam bentuk second yang mana 412K setara dengan 114 jam. Semakin lama aplikasi berjalan maka angka ini seharusnya akan terus naik<\/li>\n<li><strong>Thread<\/strong>\u00a0, merupakan jumlah thread yang menjalankan service mysql. \u00a0Seriing bertambahnya<strong>\u00a0user(concurrent read\/mengakses bersamaan<\/strong>) aplikasi jumlah thread ini harus di tingkatkan dengan mengkonfigurasi\u00a0<strong>max_connection<\/strong>\u00a0pada mysql config.<\/li>\n<li><strong>Slow queries<\/strong>\u00a0merupakan angka yang menunjukan jumlah slow sql queries. idealnya harus terdapat\u00a0<strong>0 slow queries.\u00a0<\/strong>Jika query lambat perlu dilakukan analisa \u00a0serta optimasi terhadap query tersebut dan indexing jika diperlukan.<\/li>\n<li><strong>queries per second avg\u00a0\u00a0<\/strong>merupakan angka yang menunjukan jumlah query yang dijalankan tiap detik. Semakin banyak user yang mengakses aplikasi maka semakin banyak pula queries per second.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>1.1 Melihat daftar slow query<\/h2>\n<p>jika pada proses cek ketersediaan mysql (availability) menunjukan lebih dari 0 slow queires maka langkah selanjutnya adalah melihat daftar query tersebut. Perintah yang dapat digunakan untuk melihat daftar slow query itu adalah<\/p>\n<pre>mysqladmin -h localhost -u [username] -p proc stat<\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-3545 jetpack-lazy-image jetpack-lazy-image--handled\" src=\"https:\/\/degananda.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/slow-query_check.jpg\" alt=\"slow-query_check.jpg\" width=\"858\" height=\"266\" data-lazy-loaded=\"1\" \/><\/p>\n<p>perintah diatas akan menunjukan pada tabel mana serta proses mana slow query berjalan. Kelemahan dari proses pengecekan slow query dengan perintah diatas adalah tidak dapat melihat langsung full query yang berjalan (harus melakukan pada level kode aplikasi).<\/p>\n<p>Jika ingin mendapatkan full query langsung tanpa melakukan cek terhadap query yang berada di level aplikasi maka perlu mengaktifkan\u00a0<strong>slow query logging\u00a0<\/strong>tetapi tidak disarankan untuk aplikasi dengan level budget minim karena memakan size storage serta memakan resource server.<\/p>\n<h2>2. Cek jumlah koneksi yang gagal ke database<\/h2>\n<p>ini adalah security check. Semakin banyak koneksi gagal ke database menunjukan ada aktivias yang tidak di inginkan misalnya\u00a0<strong>percobaan peretasan terhadap database server dengan menggunakan metode bruteforce<\/strong>\u00a0(mencoba masuk dengan berbagai macam kombinasi username dan password)<\/p>\n<p>perintah yang digunakan untuk melihat jumlah koneksi yang gagal ke database adalah sebagai berikut.<\/p>\n<p>Jalankan perintah diatas pada sql query (masuk ke konsol atau menggunakan mysql client pilihan).<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-3546 jetpack-lazy-image jetpack-lazy-image--handled\" src=\"https:\/\/degananda.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/mysql_attach_defend.jpg\" alt=\"mysql_attach_defend.jpg\" width=\"732\" height=\"152\" data-lazy-loaded=\"1\" \/><\/p>\n<p>hal diatas menunjukan terdapat\u00a0<strong>25 kali percobaan koneksi ke database yang gagal. Tentunnya jumlah ini masih tergolong kecil<\/strong>\u00a0sehingga kemungkinan sangat besar bukanlah merupakan percobaan tindakan kejahatan (peretasan).<\/p>\n<h2>3.cara melakukan cek apakah terjadi deadlock pada mysql<\/h2>\n<p>kondisi deadlock tentunnya tidak jarang terjadi terlebih pada aplikasi yang memiliki high rate access atau jumlah user yang sangat tinggi dan melakukan akses secara bersamaan.<\/p>\n<p>perintah yang digunakan untuk melihat apakah deadlock terjadi pada mysql dapat menggunakan perintah dibawah ini.<\/p>\n<pre>SHOW ENGINE INNODB STATUS;<\/pre>\n<p>jika kondisi mysql dalam keadaan sehat maka seharusnya tidak terjadi deadlock sama sekali. Apabila terjadi deadlock maka perlu ditingkatkan jumlah koneksi yang diperbolahkan mysql dan pool sizenya melalui mysql config.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-3547 jetpack-lazy-image jetpack-lazy-image--handled\" src=\"https:\/\/degananda.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/mysql_deadlock_check.jpg\" alt=\"mysql_deadlock_check.jpg\" width=\"1105\" height=\"948\" data-lazy-loaded=\"1\" \/><\/p>\n<h2>4. Cek apakah konfigurasi mysql telah memenuhi traffic user yang mengakses.<\/h2>\n<p>langkah ini bertujuan untuk melakukan evaluasi apakah konfigurasi max_connection yang telah didefinisikan pada mysql masih sesuai dengan traffic pengunjung.<\/p>\n<p>Jika pada kenyataanya jumlah traffic pengunjung (<strong>max_used_connection<\/strong>\/concurrent) lebih besar dibandingkan jumla konfigurasi\u00a0<strong>max_connection<\/strong>\u00a0maka perlu dilakukan rekonfigurasi ataupun scaleup\u00a0<strong>untuk memenuhi kebutuhan traffic pengunjung.<\/strong><\/p>\n<p>perintah yang digunakan untuk membandingkan jumlah max_used_connection dan max_connection ini adalah<\/p>\n<p>cek jumlah koneksi yang diperbolahkan \/\u00a0<strong>max_connection mysql<\/strong><\/p>\n<pre>SHOW GLOBAL VARIABLES LIKE 'max_connections';<\/pre>\n<p>cek jumlah user yang secara bersamaan mengakses mysql \/\u00a0<strong>max_used_connection mysql<\/strong><\/p>\n<pre>SHOW GLOBAL STATUS LIKE \u2018max_used_connections\u2019;<\/pre>\n<p>pada hasil test ini , jumlah max_connection masih sama dengan max_used_connection sehingga tidak perlu dilakukan reconfigurasi ataupun scaleup (jika dibutuhkan).<\/p>\n<p>max connection<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-3548 aligncenter jetpack-lazy-image jetpack-lazy-image--handled\" src=\"https:\/\/degananda.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/max_connection.jpg\" alt=\"max_connection.jpg\" width=\"526\" height=\"156\" data-lazy-loaded=\"1\" \/><\/p>\n<p>max_used_connection<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3549 jetpack-lazy-image jetpack-lazy-image--handled\" src=\"https:\/\/degananda.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/max_used_connection.jpg\" alt=\"max_used_connection.jpg\" width=\"579\" height=\"150\" data-lazy-loaded=\"1\" \/><\/p>\n<h2>Cara melakukan cek kondisi apache web server pada linux ubuntu<\/h2>\n<h3>1.Melakukan cek ketersediaan service apache (availability)<\/h3>\n<p>jika ketersediaan apache baik secara uptime maupun responnya rendah maka perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut baik secara konfigurasi ataupun ketersediaan resource (scale up).<\/p>\n<p>Untuk dapat melakukan cek ketersediaan apache dapat menggunakan tools\u00a0<strong>systemctl.\u00a0<\/strong>Jika image server yang digunakan adalah ubuntu server maka systemctl ini telah tersedia secara default.<\/p>\n<p>Untuk memastikan systemctl tersedia cukup tuliskan perintah dibawah ini<\/p>\n<pre>sudo dpkg -l | grep systemd<\/pre>\n<p>jika systemctl \/ systemd belum terinstall maka perlu dilakukan installasi systemctl terlebih dahulu<\/p>\n<pre>sudo apt-get install systemd<\/pre>\n<h2>1.1 Melakukan cek ketersediaan service apache dengan apachectl<\/h2>\n<p>Secara default apache telah memberikan tools bernama apachectl. Pastikan mod-status apache telah tereanble.<\/p>\n<blockquote><p>Untuk dapat menjalankan apachectl\/apache2ctl systemctl merupakan syarat yang harus dipenuhi \/ di install.<\/p><\/blockquote>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-3550 jetpack-lazy-image jetpack-lazy-image--handled\" src=\"https:\/\/degananda.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/apachectl-modstatus.jpg\" alt=\"apachectl-modstatus.jpg\" width=\"866\" height=\"593\" data-lazy-loaded=\"1\" \/><\/p>\n<p>jalankan perintah dibawah ini untuk melihat status availability apache.<\/p>\n<pre>apachectl status<\/pre>\n<p>atau<\/p>\n<pre>apache2ctl<\/pre>\n<p>pada konsol akan ditunjukan beberapa variable terkait ketersediaan apache (availability). Pembahasan mendalam mengenai cek ketersediaan (availability) apache akan dibahas pada ulasan lain.<\/p>\n<h1>Quick check ketersediaan mysql dan apache<\/h1>\n<p>Proses pengecekan juga dapat dilakukan secara singkat dengan melihat proses-proses yang berjalan pada server. Ini dilakukan bukan dalam bentuk kegiatan rutin ataupun terjadwal melainkan random checking yang dapat dilakukan secara spontan.<\/p>\n<p>Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut ini<\/p>\n<p>cek apache sedang berjalan pada saat itu<\/p>\n<pre>ps -ax | grep \"apache\"<\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-3551 jetpack-lazy-image jetpack-lazy-image--handled\" src=\"https:\/\/degananda.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/apache-ps-ax-list.jpg\" alt=\"apache-ps-ax-list.jpg\" width=\"702\" height=\"265\" data-lazy-loaded=\"1\" \/><\/p>\n<p>cek mysql sedang berjalan pada saat itu<\/p>\n<pre>ps -ax | grep \"mysql\"<\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3552 jetpack-lazy-image jetpack-lazy-image--handled\" src=\"https:\/\/degananda.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/mysql-ps-ax.jpg\" alt=\"mysql-ps-ax.jpg\" width=\"540\" height=\"47\" data-lazy-loaded=\"1\" \/><\/p>\n<p>perintah-perintah diatas biasannya menjadi gerbang awal saat proses inventigasi dimulai terutama saat apliaksi down untuk melakukan diagnosis awal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>sumber : https:\/\/degananda.com\/cara-mengecek-kondisi-kesehatan-health-server-apache-dan-mysql-pada-linux-ubuntu\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mendapatkan data mengenai konsumsi memori (RAM) dan CPU dari sistem operasi merupakan hal yang sangat penting agar kita dapat mengelola server dengan baik terlebih saat menentukan kapan harus melakukan upgrade spek server. Saat melakukan investasi atau hanya sekedar ingin mengetahui script mana yang paling mengkonsumsi memory dan CPU paling tinggi di sistem operasi windows biasannya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3518"}],"collection":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3518"}],"version-history":[{"count":5,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3518\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3523,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3518\/revisions\/3523"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3518"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3518"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3518"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}