{"id":3234,"date":"2020-10-01T11:11:23","date_gmt":"2020-10-01T04:11:23","guid":{"rendered":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/?p=3234"},"modified":"2020-10-01T11:11:32","modified_gmt":"2020-10-01T04:11:32","slug":"sifat-elastisitas-benda","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/?p=3234","title":{"rendered":"SIFAT ELASTISITAS BENDA"},"content":{"rendered":"<p><em><strong>Elastisitas dalam Fisika : <\/strong><\/em><\/p>\n<p><em><strong>Pengertian, Rumus, Hukum Hooke. <\/strong><\/em><\/p>\n<p>Pada kendaraan bermotor, baik mobil ataupun sepeda motor, dipasang sistem alat yang berfungsi untuk meredam kejutan. Sistem alat ini dinamakan shockabsorber\/PER\/pegas, yang kebanyakan orang menyebutnya shockbreaker. Salah satu komponen shocksabsorber adalah pegas (pir spiral). Coba kamu bayangkan apabila kendaraan kamu tidak menggunakan shockabsorber. Pasti Anda akan cepat lelah dan tidak menyenangkan ketika berkendara. Pada saat berkendaraan melewati jalan berlubang, berat kendaraan dan pengendara akan menekan pegas sehingga termampatkan. Pegas akan kembali ke bentuk semula pada jalan rata. Dengan demikian, pengendara hanya merasakan sedikit kejutan. Mengapa pegas tersebut dapat kembali ke bentuk semula? Apa manfaat pegas pada produk teknologi lainnya? Simak dan pelajari artikel ini dengan saksama.<\/p>\n<p>Terdapat macam macam bentuk elastisitas.<\/p>\n<p>yaitu elastisitas zat padat, elastisitas pada pegas, dan energy potensial pegas.<\/p>\n<h3><strong>Elastisitas Zat Padat<\/strong><\/h3>\n<p><em><strong>Elastisitas<\/strong><\/em>\u00a0adalah\u00a0<em>sifat suatu benda untuk kembali ke bentuk awal segera setelah gaya yang mengenai benda tersebut dihilangkan<\/em>. Benda yang dapat kembali ke bentuk semula setelah gaya yang mengenainya dihilangkan disebut benda elastis. Ketika Anda menarik pegas hingga bertambah panjang, pegas akan segera kembali ke ukuran semula setelah gaya tarik tersebut dihilangkan. Sebaliknya, benda yang tidak dapat kembali ke bentuk semula setelah gaya yang mengenainya dihilangkan disebut benda plastis. Contoh benda plastis antara lain plastisin, lumpur, dan tanah liat.<\/p>\n<h2><strong>a. Tegangan (\u03b4)<\/strong><\/h2>\n<p>Tegangan adalah besamya gaya yang bekerja pada suatu benda pada luas penampang tertentu. Secara matematis, tegangan dirumuskan sebagai berikut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-2843 lazyloaded\" src=\"https:\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/1_s.jpg\" alt=\"1_s\" width=\"144\" height=\"80\" data-lazy-src=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/1_s.jpg\" data-was-processed=\"true\" \/><\/p>\n<h2><strong>b. Regangan (e)<\/strong><\/h2>\n<p>Regangan adalah perubahan relatif ukuran benda yang mengalami tegangan. Regangan dihitung dengan cara membanding- kan pertambahan panjang suatu benda terhadap panjang awalnya. Secara matematis, regangan dirumuskan sebagai berikut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-2844 lazyloaded\" src=\"https:\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/2_s.jpg\" alt=\"2_s\" width=\"139\" height=\"82\" data-lazy-src=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/2_s.jpg\" data-was-processed=\"true\" \/><\/p>\n<h2><strong>c. Modulus Elastisits (Modulus Young)<\/strong><\/h2>\n<p>Modulus Young adalah besamya gaya yang bekerja pada luas penampang tertentu untuk meregangkan benda. Dengan kata lain, mddulus Young merupakan perbandingan antara tegangan dan regangan pada benda. Nilai modulus Young menunjukkan tingkat elastisitas suatu benda. Semakin besar nilai modulus Young, semakin besar pula tegangan yang diperlukan untuk meregangkan benda. Modulus Young dirumuskan sebagai berikut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-2845 lazyloaded\" src=\"https:\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/3_s-300x159.jpg\" alt=\"3_s\" width=\"202\" height=\"107\" data-lazy-src=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/3_s-300x159.jpg\" data-lazy-srcset=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/3_s-300x159.jpg 300w, \/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/3_s.jpg 445w\" data-lazy-sizes=\"(max-width: 202px) 100vw, 202px\" data-was-processed=\"true\" \/><\/p>\n<h2><strong>d. Batas Elastis<\/strong><\/h2>\n<p>Sifat elastisitas benda memiliki batas sampai pada suatu besar gaya tertentu. Apabila gaya yang diberikan lebih kecil daripada batas elastisitas, benda akan kembali ke bentuk semula ketika gayp tersebut dihilangkan. Akan tetapi, apabila gaya yang diberikan lebih besar daripada batas elastisitas benda, benda tidak dapat kembali ke bentuk sem,ula. Benda secara permanen berubah bentuk.<\/p>\n<h3>E<strong>lastisitas pada Pegas<\/strong><\/h3>\n<p>Pegas merupakan benda elastis karena dapat kembali ke bentuk semula ketika gaya pada pegas dihilangkan. Gaya yang dapat menggerakkan benda kembali ke bentuk semula disebut gaya pemulih.<\/p>\n<h2><strong>a. Hukum Hooke<\/strong><\/h2>\n<p>Pada tahun 1678, Robert Hooke menyatakan apabila pegas ditarik dengan suatu gaya tanpa melampaui batas elastisitasnya, pada pegas akan bekerja gaya pemulih yang sebanding dengan simpangan benda dari titik seimbangnya tetapi arahnya berlawanan dengan arah gerak benda. Pernyataan ini dikenal dengan hukum Hooke. Secara matematis, hukum Hooke dinyatakan sebagai berikut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-2846 lazyloaded\" src=\"https:\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/4_s-300x127.jpg\" alt=\"4_s\" width=\"172\" height=\"73\" data-lazy-src=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/4_s-300x127.jpg\" data-lazy-srcset=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/4_s-300x127.jpg 300w, \/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/4_s.jpg 338w\" data-lazy-sizes=\"(max-width: 172px) 100vw, 172px\" data-was-processed=\"true\" \/><\/p>\n<p>Tanda negatif pada hukum Hooke bermakna bahwa gaya pemulih pada pegas selalu berlawanan dengan arah simpangan pegas.\u00a0Tetapan pegas (k) menyatakan ukuran kekakuan pegas. Pegas yang kaku memiliki nilai k yang besar, sedangkan pegas lunak memiliki k kecil.<\/p>\n<h2><strong>b. Tetapan Gaya pada Benda Elastis<\/strong><\/h2>\n<p>Dari pembahasan sebelumnya diketahui bahwa modulus Young dirumuskan sebagai berikut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-2847 lazyloaded\" src=\"https:\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/5_s.jpg\" alt=\"5_s\" width=\"162\" height=\"73\" data-lazy-src=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/5_s.jpg\" data-was-processed=\"true\" \/><\/p>\n<p>Dari persamaan di atas, besarnya gaya yang bekerja pada benda dapat ditulis sebagai berikut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-2848 lazyloaded\" src=\"https:\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/6_s-300x168.jpg\" alt=\"6_s\" width=\"173\" height=\"97\" data-lazy-src=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/6_s-300x168.jpg\" data-lazy-srcset=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/6_s-300x168.jpg 300w, \/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/6_s.jpg 311w\" data-lazy-sizes=\"(max-width: 173px) 100vw, 173px\" data-was-processed=\"true\" \/><\/p>\n<p>Berdasarkan hukum Hooke, besar gaya pemulih pada pegas sebesar F =-k \u2206x atau F = -k \u2206\u2113 Dengan demikian, konstanta gaya pada benda elastis dapat dirumuskan sebagai berikut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-2849 lazyloaded\" src=\"https:\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/7_s.jpg\" alt=\"7_s\" width=\"157\" height=\"94\" data-lazy-src=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/7_s.jpg\" data-was-processed=\"true\" \/><\/p>\n<h2><strong>c. Hukum Hooke untuk Susunan Pegas<\/strong><\/h2>\n<p>Sebuah pegas yang diberi gaya akan mengalami pertambahan panjang sesuai gaya yang diberikan padanya. Bagaimana jika pegas yang diberi gaya\u2019berupa susunan pegas (lebih dari satu)? Berbagai macam susunan pegas antara lain sebagai berikut.<\/p>\n<p><strong>Susunan Seri pegas<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-2850 lazyloaded\" src=\"https:\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/8_s.jpg\" alt=\"8_s\" width=\"91\" height=\"62\" data-lazy-src=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/8_s.jpg\" data-was-processed=\"true\" \/><\/p>\n<p>Pertambahan panjang pegas yang disusun seri merupakan jumlah pertambahan panjang kedua pegas.\u00a0Jadi, tetapan pegas yang disusun\u00a0 seri dihitung:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-2851 lazyloaded\" src=\"https:\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/9_s-300x275.jpg\" alt=\"9_s\" width=\"216\" height=\"198\" data-lazy-src=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/9_s-300x275.jpg\" data-lazy-srcset=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/9_s-300x275.jpg 300w, \/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/9_s.jpg 383w\" data-lazy-sizes=\"(max-width: 216px) 100vw, 216px\" data-was-processed=\"true\" \/><\/p>\n<p>Jadi, ketetapan pegas yang disusun seri dihitung:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2852 lazyloaded\" src=\"https:\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/10_s-300x82.jpg\" alt=\"10_s\" width=\"300\" height=\"82\" data-lazy-src=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/10_s-300x82.jpg\" data-lazy-srcset=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/10_s-300x82.jpg 300w, \/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/10_s.jpg 445w\" data-lazy-sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" data-was-processed=\"true\" \/><\/p>\n<p><strong>susunan parallel pegas<\/strong><\/p>\n<p>Gaya\u00a0<em>mg<\/em>\u00a0digunakan untuk menarik kedua pegas sehingga pertambahan panjang kedua pegas sama.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-2853 lazyloaded\" src=\"https:\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/11_s-300x143.jpg\" alt=\"11_s\" width=\"214\" height=\"102\" data-lazy-src=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/11_s-300x143.jpg\" data-lazy-srcset=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/11_s-300x143.jpg 300w, \/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/11_s.jpg 343w\" data-lazy-sizes=\"(max-width: 214px) 100vw, 214px\" data-was-processed=\"true\" \/><\/p>\n<h3><strong>Energi Potensial Pegas<\/strong><\/h3>\n<p>Energi potensial pegas merupakan kemampuan pegas untuk kembali ke bentuksemula. Berdasarkan hukum Hooke, besarnya gaya pemulih sebanding dengan simpangan benda. Hukum Hooke dapat dinyatakan dengan grafik seperti di samping.<\/p>\n<p>Grafik F-\u2206x tersebut menunjukkan bahwa daerah yang diarsir merupakan usaha yang dilakukan untuk menarik pegas atau besarnya energi potensial pegas untuk kembali ke bentuk semula. Besarnya energi potensial pegas dihitung dengan langkah sebagai berikut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2854 lazyloaded\" src=\"https:\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/12_s-300x151.jpg\" alt=\"12_s\" width=\"300\" height=\"151\" data-lazy-src=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/12_s-300x151.jpg\" data-lazy-srcset=\"\/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/12_s-300x151.jpg 300w, \/\/www.pelajaran.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/12_s.jpg 513w\" data-lazy-sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" data-was-processed=\"true\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Elastisitas dalam Fisika : Pengertian, Rumus, Hukum Hooke. Pada kendaraan bermotor, baik mobil ataupun sepeda motor, dipasang sistem alat yang berfungsi untuk meredam kejutan. Sistem alat ini dinamakan shockabsorber\/PER\/pegas, yang kebanyakan orang menyebutnya shockbreaker. Salah satu komponen shocksabsorber adalah pegas (pir spiral). Coba kamu bayangkan apabila kendaraan kamu tidak menggunakan shockabsorber. Pasti Anda akan cepat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3234"}],"collection":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3234"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3234\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3236,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3234\/revisions\/3236"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3234"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3234"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3234"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}