{"id":1420,"date":"2020-07-20T10:16:31","date_gmt":"2020-07-20T03:16:31","guid":{"rendered":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/?p=1420"},"modified":"2020-08-06T10:27:33","modified_gmt":"2020-08-06T03:27:33","slug":"p-1-bertumbuh-menuju-kedewasaan-yang-benar","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/?p=1420","title":{"rendered":"Kls X &#8211; P1   BERTUMBUH MENUJU KEDEWASAAN YANG BENAR"},"content":{"rendered":"<h1><a href=\"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Allah-Memberi-Pertumbuhan.pptx\">Allah Memberi Pertumbuhan<\/a><\/h1>\n<h1><span style=\"font-size: 14pt\">BERTUMBUH MENUJU KEDEWASAAN YANG BENAR<\/span><\/h1>\n<p><strong>A. PENGANTAR<\/strong><\/p>\n<p><i>Jika kau bisa menunggu dan tak lelah menanti,<br \/>\nAtau, dibohongi, janganlah berdamai dengan kebohongan,<br \/>\nAtau, dibenci, janganlah balas membenci,<br \/>\nNamun janganlah kelihatan terlalu baik, atau berbicara terlalu bijaksana;<\/i><br \/>\n<i><br \/>\n<\/i> <i>Jika kau dapat bermimpi \u2013 dan tidak membiarkan mimpi menguasaimu;<br \/>\nJika kau dapat berpikir \u2013 dan tidak menjadikan pikiranmu sebagai tujuan;<br \/>\nJika kau dapat meraih kemenangan dan menderita musibah kekalahan<br \/>\nDan memperlakukan sama kedua tipuan semu itu;<\/i><br \/>\n<i><br \/>\nJika kau rela mendengarkan kebenaran yang kau ucapkan<br \/>\nYang tersandra oleh para penipu yang membuat perangkap bagi orang bodoh,<br \/>\nAtau menyaksikan hancur luluhnya segala yang kau pertaruhkan untuk hidupmu,<br \/>\nDan membungkuklah dan bangunlah puing-puing itu dengan peralatan rusak yang tersisa;<\/i><br \/>\n<i><br \/>\nJika kau dapat mempertaruhkan semua kemenanganmu<br \/>\nDan mengambil risiko untuk satu giliran \u2018lempar-dan-tangkap\u2019,<br \/>\nDan ternyata kalah, dan harus mulai lagi dari awal<br \/>\nDan janganlah pernah mengeluhkan kekalahanmu sepatah kata pun;<\/i><br \/>\n<i><br \/>\nJika kau bisa memaksa jantung dan saraf dan ototmu<br \/>\nUntuk melakukan giliran pukulan service-mu lama setelah semua kekalahanmu,<br \/>\nDan ya bertahanlah bila tiada lagi apa pun dalam dirimu<br \/>\nKecuali Kemauan yang berujar kepada mereka: \u201cTunggu.\u201d<\/i><br \/>\n<i><br \/>\nJika kau dapat berbicara kepada rakyat jelata dan mempertahankan kebajikanmu,<br \/>\nAtau berjalan dengan raja-raja \u2013 tanpa kehilangan hubungan dengan rakyat biasa;<br \/>\nJika tiada musuh atau teman tercinta dapat melukaimu;<br \/>\nJika semua orang menghargaimu, tapi tak berlebihan;<\/i><br \/>\n<i><br \/>\nJika kau bisa mengisi menit yang menentukan<br \/>\nDengan menempuh jarak lari enam puluh detik yang tak ternilai \u2013<br \/>\nBumi dan segala isinya akan menjadi milikmu,<br \/>\nDan \u2013 yang lebih penting \u2013 kau akan menjadi Seseorang anakku!<\/i><br \/>\n<i>Terjemahan S.Belen<\/i><\/p>\n<p>Coba perhatikan, pelajaran apa yang dapat kita peroleh dari puisi di atas tentang pertumbuhan? Pada ketiga bait pertama puisi di atas, kita menemukan pelajaran tentang \u201ckesabaran\u201d, \u201crasa percaya diri\u201d, \u201cberani menghadapi keraguan orang\u201d, \u201csabar menunggu\u201d, \u201ctidak membalas kejahatan dengan kejahatan\u201d, \u201ccerdas dan waspada\u201d (tidak kelihatan terlalu baik atau bijaksana), \u201ctidak tenggelam dalam mimpi-mimpi\u201d, \u201csanggup berpikir demi mencapai sesuatu\u201d, \u201ctidak mudah terhanyut oleh kemenangan, atau hancur karena kekalahan.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt\"><strong> B. Proses Menjadi Dewasa<\/strong><\/span><br \/>\nDalam puisinya, Rudyard Kipling juga menggambarkan arti<br \/>\npertumbuhan itu. Dari kata-kata Kipling di atas jelas sekali bahwa yang penting<br \/>\ndalam pertumbuhan itu bukan semata-mata pertumbuhan fisik, melainkan<br \/>\nkematangan bersikap dan berperilaku dalam menghadapi berbagai persoalan<br \/>\nhidup. Apakah kita mampu menghadapi hal-hal yang tidak kita harapkan<br \/>\nterjadi dalam hidup ini? Apakah kita mampu menghadapi orang-orang yang<br \/>\nseringkali berperilaku berlawanan dengan apa yang kita inginkan? Bagaimana<br \/>\nkalau kita dikecewakan dalam hidup ini? Apakah kita akan tenggelam di<br \/>\ndalam kekecewaan itu? Atau malah mencoba bangkit dan memulai lagi untuk<br \/>\nmembangun dari sisa-sisa keruntuhannya?<br \/>\nDalam bahasa Inggris ada dua kata yang bisa digunakan untuk \u201cdewasa\u201d,<br \/>\nyaitu \u201cadult\u201d dan \u201cmature.\u201d Kata \u201cadult\u201d lebih menunjuk kepada usia seseorang,<br \/>\nsementara kata \u201cmature\u201d menunjuk kepada kematangan pribadi dan jiwa<br \/>\nseseorang. Orang yang matang pribadi dan jiwanya mestinya tahu apa yang<br \/>\nbaik dan yang buruk, apa yang benar dan salah. Ia menjadi orang yang mandiri,<br \/>\nmampu mengambil keputusannya sendiri. Kalaupun ia meminta nasihat, ia<br \/>\ntidak akan begitu saja menjalankan segala sesuatu yang dikatakan oleh temanteman atau orang yang memberikan nasihat kepadanya. Ia akan berusaha<br \/>\nuntuk berpikir masak-masak sebelum ia mengambil keputusan. Ia tidak akan<br \/>\nmudah dipengaruhi orang lain untuk berubah pendapat dan pikirannya. Ia<br \/>\npun tidak mementingkan diri sendiri, melainkan menunjukkan kepeduliannya<br \/>\nterhadap kesejahteraan orang lain.<\/p>\n<p><b>C. Kedewasaan Penuh menurut Alkitab<\/b><br \/>\nDalam Surat Efesus yang menjadi dasar bahan kita kali ini, Rasul Paulus mengingatkan jemaat di kota itu bahwa Yesus Kristus telah menyediakan pemimpin-pemimpin umat, seperti rasul, nabi, pemberita Injil, gembala,<br \/>\npengajar, dll. untuk menolong umat Kristen agar diperlengkapi untuk melayani Tuhan dan membangun tubuh Kristus, yaitu gereja, kumpulan umat Allah sendiri. Mengapa Tuhan harus melakukan semua ini bagi gereja-Nya? Surat Efesus menjelaskan bahwa tujuannya adalah<br \/>\n<i>13 <\/i><i>\u2026 mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak<\/i><br \/>\n<i>Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan<\/i><br \/>\n<i>kepenuhan Kristus, <\/i><i>14 <\/i><i>sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombangambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia<\/i><br \/>\n<i>dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, <\/i><i>15 <\/i><i>tetapi dengan teguh berpegang<\/i><br \/>\n<i>kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah<\/i><br \/>\n<i>Dia, Kristus, yang adalah Kepala.<\/i><br \/>\nDari ayat-ayat di atas, jelas bahwa orang Kristen seringkali menghadapi<br \/>\nmasalah berupa ajaran-ajaran palsu manusia dan berupa-rupa upaya yang<br \/>\nmenyesatkan. Banyak orang yang berusaha untuk mengalihkan perhatian dan<br \/>\niman percaya orang Kristen dari Kristus. Dalam Surat 2 Petrus 2:1 dan Surat 1<br \/>\nYohanes 4:1 kita menemukan peringatan-peringatan tentang guru-guru dan<br \/>\nnabi-nabi palsu yang berkeliaran dan menyebarkan ajaran-ajaran yang sesat.<br \/>\nMereka berusaha untuk membuat orang Kristen menyangkal Yesus Kristus<br \/>\nyang telah menebus mereka. Dengan kata lain, mereka berusaha membujuk<br \/>\nsupaya orang Kristen meninggalkan Yesus Kristus dan menjauhkan diri dari<br \/>\nkasih sayang Allah. Seorang Kristen yang dewasa tidak akan mudah digoyahkan<br \/>\noleh ajaran-ajaran yang sesat. Mari kita lihat bagaimana ajaran-ajaran sesat itu<br \/>\ndikembangkan di sekitar kita.<br \/>\n<!--EndFragmen--><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>C<b>. Kedewasaan Penuh dalam Hubungan dengan Orang Lain<\/b><br \/>\nPada bait ketujuh puisi Kipling, ia mengatakan demikian:<br \/>\n<i>Jika kau dapat berbicara kepada rakyat jelata dan mempertahankan<\/i><br \/>\n<i>kebajikanmu,<\/i><br \/>\n<i>Atau berjalan dengan raja-raja \u2013 tanpa kehilangan hubungan dengan<\/i><br \/>\n<i>rakyat biasa;<\/i><br \/>\n<i>Jika tiada musuh atau teman tercinta dapat melukaimu;<\/i><br \/>\n<i>Jika semua orang menghargaimu, tapi tak berlebihan;<\/i><br \/>\nKipling mengatakan, orang yang dewasa adalah orang yang bisa berbicara<br \/>\nkepada rakyat kecil, namun tetap mempertahankan kebajikannya. Kalaupun<br \/>\nia bisa berjalan dengan raja-raja, hal itu tidak menjadikannya sombong dan<br \/>\nberkepala besar. Rasanya tidak banyak orang yang bisa bertindak seperti ini.<br \/>\nDi dunia kita bisa melihat hanya segelintir orang yang mampu bersikap seperti<br \/>\nini dengan tulus. Dalam sebuah perjalanan kampanyenya, ketika merasa lapar,<br \/>\nPresiden Obama tidak segan-segan berhenti di sebuah restoran hamburger \u2013<br \/>\nmakanan siap saji yang dianggap sebagai makanan murah (\u201cOMG! President<br \/>\nObama eats at South Miami burger joint,\u201d <i>Miami Herald<\/i>, 20 September 2012). Ia<br \/>\ntidak segan-segan makan di tempat murahan seperti itu. Orang yang dewasa dan<br \/>\nmatang kepribadian dan pemikirannya, pasti tidak akan canggung melakukan<br \/>\nhal-hal yang di mata orang lain mungkin dianggap akan merendahkan derajat<br \/>\ndan kedudukannya. Ia akan mampu memperlakukan setiap orang dengan cara<br \/>\nyang sama. Ia tidak kikuk bergaul dengan orang-orang kecil \u2013 termasuk mereka<br \/>\nyang disingkirkan dan dilupakan masyarakat umum \u2013 atau pun berhadapan<br \/>\ndengan orang-orang yang berjabatan tinggi.<br \/>\nDi masa hidup-Nya di dunia, Yesus pun pernah melakukan hal seperti itu,<br \/>\nmakan di tempat-tempat yang sederhana. Ia pernah diundang oleh Simon,<br \/>\nseorang Farisi yang kaya, untuk makan di rumahnya. (Lukas 7:36-50) Namun<br \/>\ndi pihak lain, Ia pun tidak segan-segan duduk dan makan di antara para<br \/>\npemungut cukai dan orang-orang berdosa. (Markus 2:13-16) Dengan kata lain,<br \/>\nTuhan Yesus tidak membeda-bedakan orang. Bahkan sebaliknya, Ia berusaha<br \/>\nmendekatkan diri dengan orang-orang yang disingkirkan oleh masyarakat,<br \/>\nsupaya mereka bisa diterima lagi oleh masyarakat, dan dapat hidup seperti<br \/>\nbanyak orang lainnya.<\/p>\n<p>Inilah yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam Surat Kolose tersebut tentang<br \/>\npertumbuhan pribadi seorang Kristen, \u201c\u2026tetapi dengan teguh berpegang<br \/>\nkepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah<br \/>\nDia, Kristus, yang adalah Kepala &#8220;(Kolose 4:15) Dengan berpegang kepada<br \/>\nkebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh ke arah Kristus. Kalau Kristus sendiri<br \/>\nbersikap terbuka kepada siapapun, maka kita pun terpanggil untuk bersikap<br \/>\nterbuka kepada orang lain. Janganlah kita menjauhkan diri dari orang lain<br \/>\nhanya karena mereka berbeda latar belakang suku, agama, kelas sosial, warna<br \/>\nkulit, dan lain-lain.<br \/>\nKedewasaan penuh yang kita lihat di dalam diri Yesus adalah kehidupan<br \/>\nyang berfokus pada kepentingan orang lain, demi kemuliaan Allah. Itulah<br \/>\nyang digambarkan oleh Rasul Paulus dalam Filipi 2:3-4, \u201cSebaliknya hendaklah<br \/>\ndengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari<br \/>\npada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan<br \/>\nkepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.\u201d Apakah ini<br \/>\nberarti orang Kristen tidak boleh memperhatikan kepentingannya sendiri?<br \/>\nSudah tentu tidak. Paulus ingin<br \/>\nmenekankan agar kita tidak <b><i>hanya<\/i><\/b><br \/>\nmemperhatikan kepentingan diri<br \/>\nsendiri, tetapi juga memikirkan<br \/>\nkepentingan orang lain.<br \/>\n<!--EndFragment--><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Rangkuman<\/strong><\/p>\n<p>Kedewasaan yang benar yang mestinya terjadi pada hidup kita masing- masing adalah sikap hidup yang tidak mudah diombang-ambingkan oleh pendapat orang-orang di sekitar kita. Kedewasaan yang benar itu mestinya tampak dalam kemampuan kita ketika kita diperhadapkan dengan berbagai ajaran, pemikiran, filosofi, bahkan juga iklan-iklan yang mengajarkan sukses, keberhasilan, kekayaan, kemasyhuran yang mudah dengan jalan pintas. Alkitab justru mengajarkan yang sebaliknya. Kedewasaan yang benar adalah kedewasaan yang berprinsip, yang didasarkan pada firman Tuhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Allah Memberi Pertumbuhan BERTUMBUH MENUJU KEDEWASAAN YANG BENAR A. PENGANTAR Jika kau bisa menunggu dan tak lelah menanti, Atau, dibohongi, janganlah berdamai dengan kebohongan, Atau, dibenci, janganlah balas membenci, Namun janganlah kelihatan terlalu baik, atau berbicara terlalu bijaksana; Jika kau dapat bermimpi \u2013 dan tidak membiarkan mimpi menguasaimu; Jika kau dapat berpikir \u2013 dan tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1420"}],"collection":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1420"}],"version-history":[{"count":4,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1420\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2340,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1420\/revisions\/2340"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1420"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1420"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/materi.smkn43jkt.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1420"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}